Jakarta – PT Bank Bumi Arta Tbk (Bank Bumi Arta) menargetkan pertumbuhan positif terhadap penyaluran kredit di tahun ini. Tak tanggung-tanggung, pihaknya membidik pertumbuhan hingga 10,26% dalam penyaluran kredit pada tahun 2019.
“Bank Bumi Arta rencana tahun 2019 telah menetapkan pertumbuhan kredit 10,26%,” kata Presiden Direktur Bank Bumi Arta, Wikan Aryono di Jakarta, Rabu 19 Juni 2019.
Pihaknya percaya, dengan prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia yang meningkat dan stabil akan menjadi pendorong bisnis miliknya. Tak hanya itu, ia juga percaya stabilitas sistem keuangan nasional masih akan tetap terjaga pada tahun ini.
“Bank Bumi Arta akan terus meningkatkan penyempurnaan proses kredit serta meningkatkan kapabilitas SDM di bidang pembiayaan kredit,” tambah Wikan.
Lebih lanjut dirinya menyebutkan, pada 2019 pihaknya menargetkan pertumbuhan dengan prioritas pada pembiayaan kredit kepada dealer (dealer financing), supplier (supplier financing) dan buyer (buyer financing).
Sebagai informasi, penyaluran kredit yang disalurkan oleh Bank Bumi Arta hingga akhir tahun 2018 mencapai Rp4,76 triliun atau meningkat sebesar 5,26% pada tahun sebelumnya.
Sedangkan untuk Rasio Kredit Bermasalah (Non Performing Loan/NPL) Bank Bumi Arta pada akhir tahun 2018 tercatat sebesar 1,51% (gross) atau 0,69% (net) turun dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 1,70% (gross) atau 0,85% (net). (*)
Editor: Rezkiana Np
Oleh Tim Infobank SEMARANG, sebuah ruang pengadilan menjadi panggung sebuah drama yang memilukan sekaligus mengusik… Read More
Poin Penting OJK optimistis premi asuransi tumbuh pada 2026 seiring membaiknya konsolidasi industri dan penguatan… Read More
Poin Penting OJK menargetkan pertumbuhan kredit perbankan 10-12 persen pada 2026, dengan proyeksi pertumbuhan dana… Read More
Poin Penting Kerusakan atau hang perangkat operasional seperti aplikasi kasir bisa menyebabkan gangguan bisnis serius… Read More
Poin Penting Ekonomi Indonesia tumbuh 5,11% (yoy) pada kuartal IV 2025, tertinggi dalam empat kuartal… Read More
Poin Penting Pemerintah resmi menghentikan subsidi motor listrik pada 2026, melanjutkan kebijakan tanpa insentif sejak… Read More