Perbankan

Bank BPD DIY Raup Laba Rp154,75 Miliar di Semester I 2024

Jakarta – Bank BPD DIY melaporkan kinerja keuangannya yang positif di semester I 2024. Bank yang dipimpin Santoso Rohmad sebagai direktur utama ini membukukan laba bersih Rp154,75 miliar atau tumbuh 8,66 persen secara year on year (yoy).

Cemerlangnya kinerja laba Bank BPD DIY, antara lain ditopang oleh manajemen aset dan liabilitas yang berimbang dari penyaluran kredit yang berkualitas. Selain itu, struktur dana bank ini juga didominasi dana murah (CASA) sehingga mampu optimal dalam mencetak margin.

Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan Jumat, 2 Agustus 2024, penyaluran kredit dan pembiayaan Bank BPD DIY tumbuh 12,26 persen yoy atau menjadi Rp10,78 triliun dari Rp9,61 triliun di semester I 2023.

Baca juga: Bank Jateng Mencatatkan Laba Rp569 Miliar di Juni 2024

Pertumbuhan kredit yang mengesankan itu diikuti dengan kualitas kredit yang terjaga. Tecermin dari rasio non performing loan (NPL) per akhir Juni 2024 yang di bawah threshold 5 persen, persisnya 3,77 persen untuk NPL gross dan 1,33 persen untuk NPL net.

Penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) yang solid juga menopang kinerja kredit Bank BPD DIY. Di akhir Juni 2024, bank ini menghimpun DPK Rp14,48 triliun atau tumbuh 15,06 persen yoy.

DPK Bank BPD DIY didominasi oleh dana murah dengan rasio CASA sebesar 71,41 persen. Adapun dana murah bank ini di akhir Juni 2024 tercatat sebesar Rp10,34 triliun atau meningkat 13,86 persen yoy.

Baca juga: Kinerja Terjaga, Bank BJB Raup Laba Rp931 Miliar di Juni 2024

Di sisi permodalan, Bank BPD DIY memiliki kekuatan modal yang solid. Rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) di akhir Juni 2024 tercatat 36,17 persen, dengan modal inti Rp3,61 triliun.

Adapun di sisi rasio penting lainnya, di akhir Juni 2024,Bank BPD DIY mencatatkan NIM 6,51 persen, LDR 74,05 persen, BOPO 72,87 persen, ROA 2,10 persen dan ROE 8,60 persen.

Bank BPD DIY menutup semester I 2024 dengan total aset Rp20,16 triliun atau tumbuh 19,55 persen dari Rp16,87 triliun di semester I 2023. (*) Ari Nugroho

Galih Pratama

Recent Posts

Perjanjian RI-AS Dinilai Merugikan, Celios Layangkan 21 Poin Keberatan ke Prabowo

Poin Penting CELIOS kirim surat keberatan ke Presiden Prabowo Subianto soal perjanjian dengan Donald Trump,… Read More

9 hours ago

BSI Bidik 1 Juta Nasabah dari Produk Tabungan Umrah

Poin Penting BSI menargetkan 500 ribu hingga lebih dari 1 juta nasabah awal untuk BSI… Read More

10 hours ago

OJK Serahkan 3 Tersangka Dugaan Tindak Pidana di BPR Panca Dana ke Kejaksaan

Poin Penting OJK tuntaskan penyidikan dugaan tindak pidana perbankan di BPR Panca Dana dan melimpahkan… Read More

13 hours ago

BSI Tabungan Umrah Jadi Solusi Alternatif Menunggu Haji

Poin Penting PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) meluncurkan BSI Tabungan Umrah untuk memperkuat ekosistem… Read More

14 hours ago

Bos OJK: Banyak Pejabat Internal Ikut Seleksi Dewan Komisioner

Poin Penting Pjs Ketua DK OJK Friderica Widyasari Dewi menyebut banyak pejabat internal ikut seleksi… Read More

14 hours ago

ShopeePay Unggul di Peta Persaingan Dompet Digital 2026 Versi Ipsos

Poin Penting ShopeePay menjadi Top of Mind 41 persen versi Ipsos, paling banyak digunakan (91… Read More

14 hours ago