Perbankan

Bank BPD DIY Raih Laba Rp237,74 Miliar di September 2024, Kredit Tumbuh di Atas Industri

Jakarta – Kinerja Bank BPD DIY moncer sampai dengan September 2024 (triwulan III 2024). Bank yang dipimpin Santoso Rohmad sebagai direktur utama ini membukukan laba bersih Rp237,74 miliar, meningkat 5,68 persen secara tahunan (yoy).

Mengutip laporan keuangan publikasi Bank BPD DIY per September 2024 pada Selasa, 12 November 2024, pertumbuhan laba ditopang pendapatan bunga bersih yang naik 14,17 persen menjadi Rp854,36 miliar.

Kinerja positif ini tidak lepas dari pendapatan bunga yang tumbuh 15,23 persen menjadi Rp1,03 triliun, meski di sisi beban, terjadi kenaikan beban bunga sebesar 20,68 persen menjadi Rp175,08 miliar.

Lebih jauh, meski beban bunga meningkat dan beban operasional lainnya juga naik 21,76 persen menjadi Rp546,95 miliar, Bank BPD DIY tetap mencatatkan efisiensi operasional yang sehat. Rasio BOPO (biaya operasional terhadap pendapatan operasional) tercatat 72,78 persen, naik dari 69,55 persen pada September 2023, namun masih dalam rentang ideal di bawah 85 persen. Rasio BOPO ini menunjukkan bahwa bank ini tetap efisien dalam menjalankan kegiatan operasionalnya, meski terdapat kenaikan pada beban operasional lainnya.

Baca juga: Bank Riau Kepri Syariah Raup Laba Rp210,90 M di Triwulan III 2024, Tumbuh 15,77 Persen

Di sisi kredit, Bank BPD DIY berhasil menyalurkan kredit Rp10,98 triliun, tumbuh 13,12 persen yoy. Pertumbuhan kredit ini melampaui rata-rata industri perbankan nasional, yang tercatat tumbuh 10,85 persen pada periode yang sama. Dengan pertumbuhan kredit yang lebih tinggi dari rata-rata industri, Bank BPD DIY menunjukkan kemampuan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Selain itu, Bank BPD DIY mampu menjaga kualitas kredit yang disalurkan. Cerminannya, rasio kredit bermasalah (NPL gross) turun dari 3,78 persen menjadi 3,64 persen, masih jauh di bawah batas aman yang ditetapkan regulator sebesar 5 persen. Penurunan NPL gross ini mencerminkan keberhasilan bank dalam menjaga kualitas portofolio kreditnya, sekaligus mengelola risiko dengan baik.

Dari sisi likuiditas, loan to deposit ratio (LDR) Bank BPD DIY berada pada level 75,37 persen, meningkat dari 73,72 persen pada tahun sebelumnya. LDR ini masih berada dalam rentang likuiditas yang aman, yaitu antara 78 persen hingga 92 persen. Hal ini menunjukkan bahwa bank ini memiliki likuiditas yang cukup untuk memenuhi kebutuhan pendanaan kredit sekaligus menjaga stabilitas keuangannya.

Sementara, dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 10,72 persen menjadi Rp14,48 triliun dibandingkan tahun sebelumnya. Dana murah (CASA), yang terdiri dari giro dan tabungan, berkontribusi Rp10,16 triliun, meningkat 7,26 persen. Meskipun persentase dana murah terhadap total DPK (rasio CASA) sedikit menurun menjadi 70,18 persen dari 72,44 persen, Bank BPD DIY tetap menunjukkan komposisi dana yang efisien dengan porsi dana murah yang dominan, yang berarti biaya dana (cost of fund) sangat terjaga.

Baca juga: Top! Bank Kalbar Sumbang 92 Persen Laba BUMD Kalimantan Barat 

Bank BPD DIY juga mencatatkan peningkatan modal inti 9,48 persen menjadi Rp3,76 triliun di September 2024, yang mendukung penguatan struktur permodalan dan pertumbuhan berkelanjutan. Rasio kecukupan modal (CAR) meningkat menjadi 37,24 persen dari 36,44 persen pada September 2023, yang menunjukkan bahwa bank ini memiliki permodalan yang solid untuk mendukung aktivitas bisnisnya dan menghadapi potensi risiko.

Di akhir September 2024, Bank BPD DIY membukukan total aset Rp20,21 triliun. Secara tahunan aset itu tumbuh 13,62 persen. (*) Ari Nugroho

Galih Pratama

Recent Posts

Prospek Saham 2026 Positif, Mirae Asset Proyeksikan IHSG 10.500

Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More

7 hours ago

Pembiayaan Emas Bank Muamalat melonjak 33 kali lipat

PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More

7 hours ago

Rosan Mau Geber Hilirisasi Kelapa Sawit dan Bauksit di 2026

Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More

8 hours ago

Avrist General Insurance Resmikan Kantor Baru, Bidik Pertumbuhan Dua Digit 2026

Poin Penting Avrist pindah kantor pusat ke Wisma 46 untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Target pertumbuhan… Read More

9 hours ago

Dana Pemerintah di Himbara Minim Dampak, Ekonom Beberkan Penyebabnya

Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More

9 hours ago

Gita Wirjawan: Danantara Bakal Jadi Magnet WEF 2026

Poin Penting Gita Wirjawan menilai kehadiran BPI Danantara di WEF 2026 berpotensi menjadi magnet utama… Read More

10 hours ago