Perbankan

Bank BPD DIY Pulihkan Rekening Dormant yang Diblokir PPATK, Pastikan Dana Nasabah Aman

Yogyakarta – PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Daerah Istimewa Yogyakarta atau Bank BPD DIY tengah memulihkan atau mengaktifkan kembali sekitar 1.000 rekening dormant yang sebelumnya sempat diblokir sementara Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

Demikian dikatakan Raden Agus Trimurjanto, Direktur Pemasaran dan Unit Usaha Syariah Bank BPD DIY di sela-sela acara penyegelan alat Undian Tabungan Simpeda periode ke-1 Tahun XXXVI-2025 di Yogyakarta, 5 Agustus 2025.

“Secara data, kami tidak banyak (rekening yang diblokir di Bank BPD DIY). Sekitar seribuan rekening ya dan bertahap sudah kita pulihkan. Satu atau dua hari ini sudah pulih semua,” tambahnya.

Dia melanjutkan, pemblokiran rekening dormant berdasarkan rekomendasi yang ditetapkan PPATK, yakni rekening nganggur tiga bulan tanpa ada aktivitas transaksi. Meski demikian, lanjut Agus, pihaknya juga selektif dalam memblokir rekening dormant yang diduga melakukan aktivitas yang menyimpang.

“Kami mengikuti permintaan PPATK dan kami selektif memblokir. Rekening dormant yang kami blokir yang bersaldo di bawah minimum. Kami selektif dalam memetakan beberapa nasabah yang “kemungkinan” rekeningnya untuk kegiatan yang menyimpang atau tidak semestinya,” tegasnya.

Baca juga: PPATK Akhiri Pemblokiran 122 Juta Rekening Dormant, Ini Penjelasannya

Lanjutnya, Bank BPD DIY juga berusaha responsif memberikan solusi bagi nasabah yang terdampak pemblokiran rekening dormant. Komunikasi pun terus dibangun untuk meredam kekhawatiran atau kepanikan nasabah terhadap nasib dana yang rekeningnya diblokir.

“Kita tetap melakukan komunikasi kepada nasabah-nasabah kita, sehingga biar tidak terjadi satu ketakutan, satu pandangan bahwa uangnya tidak aman di bank. Enggak, itu enggak boleh,” jelasnya.

“Makanya kami terus melakukan edukasi kepada mereka. Dan memastikan dana nasabah di rekening yang diblokir aman,” tambah Agus.

Sebelumnya, PPATK telah melakukan pemblokiran sementara terhadap rekening bank yang tidak aktif (dormant) dalam jangka waktu tiga bulan. 

Kebijakan pemblokiran rekening dormant dilakukan sebagai upaya pencegahan terhadap penyalahgunaan rekening oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Menurut PPATK, banyak rekening dormant digunakan untuk kegiatan ilegal, seperti jual beli rekening, tindak pidana pencucian uang, hingga kejahatan siber lainnya.

Namun dalam pernyataan terbarunya, PPATK mengungkapkan telah mengakhiri proses pemblokiran terhadap total 122 juta rekening dormant. PPATK juga telah menyerahkan kembali rejening-rekening tersebut kepada setiap lembaga perbankan.

Baca juga: Sempat Diblokir PPATK, 50.000 Rekening Nasabah Bank Kalsel Kini Aktif Kembali

“Jadi, posisi hari ini semuanya kita serahkan ke teman-teman perbankan untuk dirilis, karena dari kami sudah selesai,” ujar Ivan Yustiavandana, Kepala PPATK  di Jakarta, Selasa, 5 Agustus 2025.

Ivan menambahkan, PPATK tidak akan lagi melakukan pemblokiran terhadap rekening dormant pada semester kedua, kecuali jika ditemukan indikasi transaksi mencurigakan pada suatu rekening.

“Penanganannya kita lakukan secara hati-hati, tidak serampangan. Jadi, kita bereskan, kita selidiki berapa rekening dormant sebelum kita buka (pemblokiran),” jelas Ivan. (*)

Galih Pratama

Berkecimpung di industri media sejak 2014. Saat ini di infobanknews.com bertugas menulis dan menyunting artikel yang berkaitan dengan isu ekonomi, perbankan, pasar modal hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Kriminalisasi Kredit Macet: Banyak Analis Kredit yang Minta Pindah Bagian dan Bahkan Rela Resign

Oleh Eko B. Supriyanto, Pimpinan Redaksi Infobank Media Group EKONOMI politik perbankan Indonesia sedang sakit.… Read More

1 hour ago

KCIC Pastikan Whoosh Aman di Tengah Cuaca Ekstrem, Sensor Berjalan Optimal

Poin Penting Kereta Whoosh sempat berhenti akibat seng di jalur, namun sensor mendeteksi dini dan… Read More

14 hours ago

RI-Jepang Teken MoU Rp384 T, DPR Soroti Realisasi di Lapangan

Poin Penting Jepang menandatangani MoU investasi senilai Rp384 triliun dengan Indonesia. Kerja sama mencakup sektor… Read More

15 hours ago

Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, RI Desak Investigasi dan Evaluasi UNIFIL

Poin Penting Tiga prajurit TNI gugur dan tiga lainnya terluka dalam misi UNIFIL di Lebanon.… Read More

15 hours ago

Saham Bank INFOBANK15 Bergerak Variatif di Akhir Pekan, Ini Rinciannya

Poin Penting IHSG ditutup turun 2,19% pada 2 April 2026, diikuti pelemahan seluruh indeks utama.… Read More

21 hours ago

BEI Rangkum 5 Saham Pemberat IHSG Pekan Ini

Poin Penting IHSG melemah 0,99% sepekan, dengan lima saham utama menjadi penekan terbesar indeks. BREN… Read More

22 hours ago