News Update

Bank BPD Bali Sudah Setor Dividen Rp826 Miliar ke Pemda

Poin Penting

  • Bank BPD Bali mendistribusikan 75 persen laba atau Rp826 miliar dari total keuntungan Rp1,1 triliun kepada Pemprov dan seluruh pemkab/pemkot se-Bali
  • Perseroan juga menyetor pajak perusahaan dan PPh sebesar Rp638 miliar ke pemerintah pusat
  • Secara keseluruhan, kontribusi Bank BPD Bali ke negara dan daerah mencapai sekitar Rp1,4 triliun.

Jakarta – PT Bank Pembangunan Daerah Bali atau Bank BPD Bali menegaskan kontribusinya terhadap pendapatan daerah dan negara melalui setoran dividen dan pajak, sekaligus memperkuat komitmen dalam penyaluran Tunjangan Profesi Guru (TPG).

Direktur Bisnis Bank BPD Bali I Nyoman Sumanaya mengatakan, perseroan telah mentransfer dividen sebesar Rp826 miliar kepada Pemerintah Provinsi serta pemerintah kabupaten/kota se-Bali.

“Sudah terinformasi luas bahwa kami telah mentransfer dividen ke seluruh provinsi dan kabupaten/kota sebesar Rp826 miliar dari keuntungan kami di angka Rp1,1 triliun. Jadi, sebesar 75 persen dari keuntungan kami, kami distribusikan sesuai dengan share saham masing-masing totalnya sebesar Rp826 miliar,” ujar Nyoman, dinukil laman BPD Bali, Sabtu, 21 Februari 2026.

Menurutnya, langkah ini menjadi bentuk kontribusi nyata perseroan terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat Bali.

Selain dividen, Bank BPD Bali juga menyetorkan pajak perusahaan dan PPh sebesar Rp638 miliar ke pemerintah pusat. Dengan demikian, total kontribusi perseroan ke negara dan pemerintah daerah mencapai sekitar Rp1,4 triliun.

Baca juga: Bank BPD Bali Targetkan Kredit Program Pemerintah Rp2,05 Triliun pada 2026

Fokus Jaga Konsistensi Penyaluran TPG

Lanjutnya, perseroan juga menyoroti tata kelola penyaluran Tunjangan Profesi Guru (TPG) agar tetap konsisten melalui rekening Bank BPD Bali.

“Tujuan utamanya adalah kami ingin penyaluran TPG yang selama ini sudah tertata rapi skemanya dan administrasinya—di mana sudah menunjuk rekening Bank BPD Bali bagi masing-masing guru—ke depan tetap konsisten, berkesinambungan, dan tetap di Bank BPD Bali,” jelas Sumanaya.

Sebagai bagian dari penguatan layanan, perseroan juga menyiapkan inovasi produk kredit berbasis TPG bagi para guru.

Baca juga: Mahkamah Agung AS Batalkan Tarif Trump, Begini Respons Pemerintah

“Kami akan membuat produk terkait Kredit Aneka Guna atau kredit konsumsi lainnya yang sumber pengembaliannya atau repayment capacity-nya difokuskan dari TPG ini,” tambahnya.

Target Zero Return TPG

Kepala Bagian Dana dan Hubungan Kelembagaan Bank BPD Bali Agus Junio Kurniawan menekankan pentingnya literasi keuangan bagi guru serta perlindungan dari praktik pembiayaan nonresmi.

Ia juga menyampaikan keberhasilan pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di Bali dengan predikat zero return pada 2024–2025. Artinya, tidak terdapat dana yang gagal salur atau dikembalikan akibat kendala administrasi.

Bank BPD Bali berharap capaian tersebut dapat direplikasi dalam penyaluran TPG sehingga tercapai status zero return dan meminimalkan kendala administratif.

Dorongan Sinergi Pemda

Dukungan terhadap optimalisasi peran Bank BPD Bali juga datang dari Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Provinsi Bali Ida Bagus Gde Wesnawa Punia. Ia menilai pengelolaan keuangan daerah, termasuk TPG, idealnya terafiliasi dengan bank milik pemerintah daerah.

“Menjadi catatan penting ketika TPG belum terafiliasi secara penuh dengan Bank BPD Bali. Jika penyaluran dilakukan melalui bank lain, proses pencatatannya menjadi repot,” pungkasnya. (*)

Editor: Galih Pratama

Muhamad Ibrahim

Berpengalaman sebagai jurnalis sejak 2014. Saat ini bertugas menulis tentang isu nasional, internasional, ekonomi, perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Recent Posts

Jangan Sampai Boncos, Perencana Keuangan Ungkap 3 Prinsip Utama Kelola THR

Poin Penting PT Bank Aladin Syariah Tbk bekerja sama dengan financial planner Ayu Sara Herlia… Read More

3 hours ago

Industri Asuransi Jiwa Sudah Bayar Klaim Korban Bencana Sumatra Rp2,6 Miliar

Poin Penting Industri asuransi jiwa telah menyalurkan klaim sekitar Rp2,6 miliar kepada korban bencana di… Read More

7 hours ago

Investasi Asuransi Jiwa Tembus Rp590,54 Triliun, Mayoritas Parkir di SBN

Poin Penting AAJI mencatat industri asuransi jiwa mencatat total investasi Rp590,54 triliun pada 2025, naik… Read More

7 hours ago

Rosan Dapat Pesan Khusus Prabowo soal Pengembangan Ekonomi Syariah

Poin Penting Presiden Prabowo Subianto menekankan ekonomi syariah harus dirasakan manfaatnya langsung oleh masyarakat. Rosan… Read More

7 hours ago

Klaim Asuransi Kesehatan Naik 9,1 Persen Jadi Rp26,74 Triliun Sepanjang 2025

Poin Penting Klaim asuransi kesehatan naik 9,1 persen pada 2025, mencapai Rp26,74 triliun, mencerminkan meningkatnya… Read More

7 hours ago

Rosan: Ekonomi Syariah Jadi Kunci Ketahanan Nasional di Tengah Tensi Geopolitik

Poin Penting Rosan Roeslani menekankan ekonomi syariah mampu memperkuat ketahanan ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian… Read More

8 hours ago