Poin Penting
Jakarta – Bank BPD Bali mengimbau nasabah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penipuan digital menjelang Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1948 dan Idulfitri 1447 Hijriah.
Momentum pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) dan meningkatnya aktivitas transaksi selama periode libur panjang dinilai kerap dimanfaatkan pelaku kejahatan siber.
Direktur Utama Bank BPD Bali I Nyoman Sudharma mengatakan, keamanan dan kenyamanan nasabah tetap menjadi prioritas utama perseroan.
Namun ia mengingatkan bahwa perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), turut dimanfaatkan pelaku untuk membuat modus penipuan semakin meyakinkan.
“Keamanan nasabah adalah prioritas kami. Namun dengan kemajuan teknologi, khususnya AI, kami mengimbau nasabah untuk semakin waspada dan tidak mudah percaya pada permintaan data atau transaksi yang mencurigakan,” ujar Nyoman dinukil laman BPD Bali, Jumat, 13 Maret 2026.
Ia menjelaskan, terdapat sejumlah modus penipuan yang marak muncul menjelang Nyepi dan Lebaran. Salah satunya adalah penipuan berkedok pembaruan data lembaga seperti Taspen, BPJS, hingga aplikasi pajak Coretax.
Baca juga: OJK Berhasil Kembalikan Rp167 Miliar Dana Korban Penipuan Digital
Dalam modus ini, pelaku mengaku sebagai petugas resmi dan meminta data sensitif seperti PIN, password, atau kode OTP dengan dalih agar dana nasabah tidak terblokir.
Selain itu, pelaku juga memanfaatkan teknologi deepfake berbasis AI untuk memanipulasi suara atau wajah seseorang, bahkan meniru pejabat maupun kerabat korban yang berpura-pura mengalami keadaan darurat saat mudik dan meminta kiriman uang.
Modus lain yang juga perlu diwaspadai adalah undian berhadiah palsu bertema “Gebyar Nyepi” atau “Hadiah Lebaran”, pengiriman file berbahaya berformat APK, hingga penyebaran informasi palsu terkait penutupan layanan perbankan saat Nyepi.
Ia menegaskan, pihaknya tidak pernah meminta data rahasia nasabah dalam bentuk apa pun. Penyesuaian layanan saat Nyepi dilakukan sesuai dengan ketentuan pemerintah daerah.
Untuk menghindari risiko penipuan, bank mengimbau nasabah agar menjaga kerahasiaan data perbankan, termasuk user ID, PIN, password, maupun kode OTP. Nasabah juga diminta melakukan verifikasi ulang jika menerima permintaan dana dari pihak yang mengaku sebagai kerabat atau pihak tertentu.
Baca juga: Ini 3 Modus Penipuan Digital yang Harus Diwaspadai Jelang Lebaran
Selain itu, mengingat adanya penonaktifan sementara layanan perbankan elektronik seperti ATM dan mobile banking saat Nyepi, nasabah disarankan melakukan transaksi penting lebih awal.
Bank juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengklik tautan atau mengunduh file berformat APK dari nomor yang tidak dikenal, serta mengaktifkan notifikasi SMS untuk memantau transaksi secara real time.
Di sisi lain, Bank BPD Bali juga menegaskan komitmennya terhadap tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG). Menjelang hari raya, manajemen melarang seluruh karyawan menerima hadiah, parsel, atau bingkisan dalam bentuk apa pun dari nasabah maupun rekanan.
Kebijakan tersebut merujuk pada sistem manajemen anti-penyuapan serta aturan pengendalian gratifikasi yang berlaku di Otoritas Jasa Keuangan dan Komisi Pemberantasan Korupsi.
Bank BPD Bali juga mengingatkan masyarakat untuk hanya mengakses informasi melalui kanal resmi bank, termasuk situs web resmi maupun media sosial terverifikasi, serta menghubungi layanan pelanggan jika menemukan indikasi penipuan atau permintaan data mencurigakan. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Wakil Presiden Ma’ruf Amin optimistis pangsa pasar ekonomi syariah Indonesia bisa melebihi 50… Read More
Poin Penting Harris Hotel & Convention Serpong resmi dibuka, menjadi hotel ketiga brand Harris milik… Read More
Poin Penting Total pendapatan asuransi jiwa 2025 mencapai Rp238,71 triliun, naik 9,3 persen yoy, namun… Read More
Poin Penting Waskita Karya (WSKT) mengerjakan pembangunan gedung baru seluas 8.438 m² senilai Rp217,97 miliar,… Read More
Poin Penting BTN dorong transformasi beyond mortgage untuk menjadi bank dengan layanan perbankan lengkap Proses… Read More
Poin Penting Konsolidasi perusahaan asuransi BUMN mulai memasuki tahap persiapan teknis di bawah koordinasi IFG… Read More