Poin Penting
Jakarta – Bank BJB menyiapkan uang tunai sebesar Rp8 triliun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode Ramadan dan Lebaran 2026. Langkah ini merupakan bagian dari program SERAMBI 2026 guna memastikan ketersediaan uang rupiah yang cukup, aman, dan layak edar di seluruh kantor cabang perseroan di Indonesia.
Dinukil laman resmi bankbjb, manajemen menyampaikan bahwa kebutuhan uang tunai meningkat signifikan menjelang Idul Fitri. Hal ini seiring melonjaknya aktivitas belanja, pembayaran tunjangan hari raya (THR), serta tradisi berbagi kepada keluarga dan kerabat.
Oleh karena itu, kesiapan layanan perbankan menjadi faktor utama dalam menjaga kelancaran transaksi.
“Sebagai bagian dari program SERAMBI 2026, bank BJB juga menyediakan layanan penukaran uang di berbagai kantor cabang dan titik layanan yang telah ditentukan. Layanan ini memudahkan masyarakat untuk memperoleh uang pecahan baru secara resmi dan aman,” tulis manajemen.
Baca juga: KPK Mencari “Pepesan Kosong” Dana Non Budgeter-Iklan Bank BJB, Terus Berputar-putar “Dikaitkan” Ridwan Kamil-Aura Kasih
Sebagai bagian dari program tersebut, Bank BJB juga menyediakan layanan penukaran uang di sejumlah kantor cabang dan titik layanan yang telah ditentukan.
Masyarakat pun bisa menukar uang maksimal Rp 5,3 juta per orang per hari, terdiri dari berbagai pecahan mulai Rp1.000 hingga Rp50.000.
“Penukaran uang tersebut dapat diakses melalui Aplikasi PINTAR yang merupakan singkatan dari Penukaran dan Tarik Uang Rupiah milik Bank Indonesia (BI) di situs https://pintar.bi.go.id,” jelasnya.
Selain itu, Bank BJB juga mengoperasikan mobil kas keliling di sejumlah lokasi strategis guna menjangkau masyarakat yang memiliki keterbatasan akses ke kantor cabang. Fasilitas ini diharapkan dapat memperluas jangkauan layanan hingga ke daerah yang lebih terpencil.
Baca juga: Tak Ada Aliran Dana: KPK Mencari “Pepesan Kosong” Kasus Iklan Bank BJB, Seluruh Harta Disita hingga Rekening Pensiun pun Diblokir
Di tengah tingginya kebutuhan uang tunai, Bank BJB mendorong nasabah memanfaatkan layanan digital seperti mobile banking, internet banking, dan QRIS.
Perseroan menilai transaksi digital lebih efisien, aman, dan praktis, terutama saat volume transaksi meningkat selama Ramadan dan Lebaran.
Optimalisasi kanal digital juga diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada uang tunai serta meminimalkan risiko kehilangan maupun tindak penipuan. Langkah ini sekaligus mendukung peningkatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting Amar Bank menilai perbankan digital memiliki peluang besar untuk memperluas penyaluran kredit kepada… Read More
Poin Penting Konflik Timur Tengah dan lonjakan harga minyak memicu volatilitas pasar keuangan Indonesia serta… Read More
Poin Penting IBI menggelar program sosial “Bankir Berbagi: Bersama Menebar Kebaikan” pada 10 Maret 2026… Read More
Poin Penting DBS Foundation menyalurkan hibah Rp11,2 miliar kepada lima social enterprise di Indonesia melalui… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menyebut integritas Kementerian Keuangan banyak dipertanyakan masyarakat, terutama akibat… Read More
Poin Penting Presiden Prabowo Subianto akan menyampaikan taklimat nasional untuk menghadapi kondisi global yang bergejolak… Read More