Ilustrasi: Gedung Bank BJB. (Foto: Istimewa)
Jakarta – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk atau Bank BJB resmi menunjuk Herfinia sebagai Corporate Secretary (Corsec) baru terhitung efektif mulai Jumat (12/9/2025). Herfinia menggantikan Ayi Subarna yang sebelumnya menjabat posisi tersebut.
“Direksi Bank BJB telah memberhentikan Sdr. Ayi Subarna sebagai Pemimpin Divisi Corporate Secretary dan mengangkat Sdr Herfinia sebagai Pemimpin Divisi Corporate Secretary, efektif terhitung sejak tanggal 12 September 2025,” tulis manajemen BJBR dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) dikutip 15 September 2025.
Melansir laman peseroan, sebelum ditunjuk sebagai Pemimpin Divisi Corporate Secretary Bank BJB, Herfinia merupakan pelaksana tugas utama Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) Bank BJB.
DPLK merupakan dana pensiun yang dibentuk oleh bank dan asuransi jiwa untuk menyelenggarakan program pensiun iuran pasti bagi karyawan maupun pekerja mandiri yang terpisah dari dana pensiun pemberi kerja, bagi karyawan bank atau perusahaan asuransi jiwa yang bersangkutan.
Baca juga: BRI Angkat Dhanny Jadi Corporate Secretary, Ini Profilnya
Sepanjang enam bulan pertama tahun 2025, kinerja Bank BJB masih mengalami tekanan. Laba bersih Bank BJB secara kosolidasi turun 7,63 persen dari Rp770,92 miliar di Juni 2024 menjadi Rp712,07 miliar pada Juni 2025.
Kabar baiknya, mesin intermediasi Bank BJB masih melaju di tengah tekanan ekonomi domestik. Per Juni 2025, kredit dan pembiayaan perseroan mencapai Rp144,17 triliun. Angka ini naik 5,96 persen dibanding tahun sebelumnya yang sebesar Rp136,06 triliun.
Realisasi kredit dan pembiayaan tersebut terjaga kualitasnya. Hal ini tercermin dari rasio non performing loan (NPL) gross dan NPL net masing-masing berada di level 2,62 persen dan 1,22 persen, jauh di bawah ambang batas aman yang ditetapkan oleh regulator, yakni sebesar 5 persen.
Baca juga: Kinerja Konsisten 25 Tahun, Bank BJB Sabet Dua Penghargaan Nasional dari Infobank
Dari sisi funding, Bank BJB berhasil mengumpulkan dana pihak ketiga hingga Rp156,64 triliun, atau naik 6,02 persen ketimbang tahun sebelumnya Rp150,19 triliun.
Seiring dengan pertumbuhan tersebut, rasio rasio current account saving account (CASA) atau dana murah juga naik 6,07 persen menjadi Rp69,59 triliun atau 44,43 persen dari total DPK secara keluruhan di Juni 2025.
Menutup paruh kedua tahun 2025, total aset Bank BJB melonjak 21,54 persen dari Rp207,26 trilun menjadi Rp215,92 triliun. (*)
Oleh Eko B. Supriyanto, Pimpinan Redaksi Infobank Media Group EKONOMI politik perbankan Indonesia sedang sakit.… Read More
Poin Penting Kereta Whoosh sempat berhenti akibat seng di jalur, namun sensor mendeteksi dini dan… Read More
Poin Penting Jepang menandatangani MoU investasi senilai Rp384 triliun dengan Indonesia. Kerja sama mencakup sektor… Read More
Poin Penting Tiga prajurit TNI gugur dan tiga lainnya terluka dalam misi UNIFIL di Lebanon.… Read More
Poin Penting IHSG ditutup turun 2,19% pada 2 April 2026, diikuti pelemahan seluruh indeks utama.… Read More
Poin Penting IHSG melemah 0,99% sepekan, dengan lima saham utama menjadi penekan terbesar indeks. BREN… Read More