Counter bank sumbang biaya operasional. (Foto: Dok. Infobank)
Bandung–Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong efisiensi industri perbankan. Teranyar, bank-bank dengan tingkat Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) yang rendah akan diberikan insentif.
“Insentif ke pembukaan kantor saja. Ada diskon modal inti. Semakin efisien semakin besar diskonnya, 75% (BOPO) standar sehat,” tukas Kepala Departemen Manajemen Krisis OJK, Dhani Gunawan Idat di Bandung, Sabtu, 16 April 2016.
BOPO sendiri akan dijadikan OJK dalam menilai efisiensi sebuah bank, untuk kemudian memberikan insentif berupa diskon alokasi modal inti untuk pendirikan kantor cabang. Bagi bank yang tingkat BOPO-nya paling efisien, lanjut Idat, OJK tidak segan memberikan korting penghitungan modal inti pembukaan kantor cabang sampai 50%.
“Untuk insentif kemudahan membuka cabang hanya menggunakan acuan BOPO. Rasionya, antara 70%-75%,” tukas Idat.
OJK mencatat BOPO perbankan sendiri masih di level 84,22% per Februari 2016, yang dinilainya masih cukup tinggi. Sedangkan dari untuk kelompok bank, Jelasnya, Bank Pembangunan Daerah (BPD) memiliki BOPO terendah dengan rata-rata di level 75,08%, diikuti bank BUMN di 80,75%, bank swasta devisa 85,58%, bank campuran 88,71%, sedangkan kantor cabang bank asing memiliki BOPO paling tinggi di 91,69%.
Dari diskusi dengan perbankan, sambung Idat, banyak bank yang tertarik dengan adanya insentif ini. Sementara aturannya sendiri akan dirilis pada bulan ini.
“Insentif itu diharapkan bisa berpengaruh kepada bank-bank yang banyak bergantung terhadap kantor cabang, biasanya yang bermain di segmen UKM dan mikro,” tandas Idat. (*)
PT Bank KB Bukopin Syariah (KB Bank Syariah) menggelar berbagai rangkaian acara untuk mengenalkan kantor… Read More
Poin Penting BSN tetap menjadikan pembiayaan perumahan sebagai core bisnis di tengah ketidakpastian global Pada… Read More
Poin Penting IHSG ditutup turun 0,46 persen ke level 8.951,01, namun mayoritas indeks domestik masih… Read More
Poin Penting Investasi emas BPKH masih terbatas karena belum adanya pasar emas korporasi di Indonesia,… Read More
Poin Penting IHSG melemah pekan ini sebesar 1,37 persen ke level 8.951,01, seiring turunnya kapitalisasi pasar… Read More
Poin Penting IHSG melemah 1,37 persen persen pada pekan 19–23 Januari 2026 ke level 8.951,01, seiring kapitalisasi… Read More