Jakarta – PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) telah memutuskan untuk membagi Rp17,79 triliun dividen. Hal tersebut disetujui pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar hari ini, Kamis (17/03).
Adapun total tersebut dibagikan sebagai dividen tunai sebesar Rp145,00 per saham. Dividen tunai tersebut sudah termasuk dividen interim tahun buku 2021 sebesar Rp25,00 per saham yang telah dibayarkan oleh Perseroan kepada para pemegang saham pada tanggal 7 Desember 2021, sehingga sisanya sebesar Rp120,00 per saham akan dibagikan kepada pemegang saham pada tanggal yang akan ditetapkan oleh Direksi Perseroan.
Selain pembagian deviden, RUPST juga membahas beberapa agenda lain seperti:
1. Menyetujui Laporan Tahunan Perseroan termasuk Laporan Keuangan Perseroan dan Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021.
2. Melakukan perubahan pada susunan direksi perseroan
3. Memberikan kuasa dan wewenang kepada Pemegang Saham Mayoritas untuk menentukan jenis dan/ atau besarnya honorarium, tunjangan dan/ atau fasilitas, serta tantiem untuk para anggota Dewan Komisaris dan Direksi
4. Menunjuk Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan (firma anggota jaringan global PwC), sebagai Kantor Akuntan Publik Terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan dan Bapak Jimmy Pangestu sebagai Akuntan Publik yang tergabung dalam Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan (firma anggota jaringan global PwC) dan merupakan Akuntan Publik terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan untuk mengaudit/ memeriksa buku dan catatan Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022;
5. Memberi kuasa dan wewenang kepada Direksi dengan persetujuan Dewan Komisaris untuk menetapkan dan membayar dividen interim untuk tahun buku 2022, jika keuangan Perseroan memungkinkan dengan mempertimbangkan ketentuan hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku;
6. Menyetujui perubahan Recovery Plan Perseroan. Ke depan, BCA berkomitmen untuk senantiasa memberikan inovasi pelayanan dan produk, memperkuat dan memperluas ekosistem teknologi finansial serta basis nasabah sesuai perkembangan pasar terkini. (*)
Editor: Rezkiana Nisaputra
Poin Penting Bank Mandiri memastikan Livin’ by Mandiri tetap stabil dan beroperasi 24 jam untuk… Read More
Poin Penting Pemerintah menetapkan Idul Fitri 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret… Read More
Poin Penting Bank Mandiri memberangkatkan lebih dari 10.000 pemudik gratis menggunakan 215 bus ke berbagai… Read More
Poin Penting Laba bersih ASSA naik 81% menjadi Rp596,6 miliar pada 2025. Pendapatan konsolidasi mencapai… Read More
Poin Penting APLN mencatat penjualan dan pendapatan usaha Rp3,57 triliun pada 2025. Penjualan rumah tinggal… Read More
Poin Penting Kemacetan mudik di tol utamanya disebabkan bottleneck di gerbang transaksi, bukan semata lonjakan… Read More