Ilustrasi: Pelayanan Bank Banten. (Foto: Erman Subekti)
Poin Penting
Jakarta – PT Bank Pembangunan Daerah Banten (Perseroda) Tbk atau Bank Banten akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 21 Januari 2026 di Gedung Negara Provinsi Banten, Kota Serang, mulai pukul 10.00 WIB.
Merujuk keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), 31 Desember 2025, agenda utama RUPSLB Bank Banten tersebut adalah meminta persetujuan pemegang saham atas pengunduran diri Direktur Bisnis Perseroan serta perubahan susunan pengurus perusahaan.
Manajemen menegaskan bahwa pemanggilan ini dilakukan sesuai ketentuan POJK Nomor 33/POJK.04/2014 mengenai Direksi dan Dewan Komisaris Emiten atau Perusahaan Publik, serta mengacu pada Anggaran Dasar Perseroan.
Baca juga: Pemprov Banten, Kabupaten Lebak, dan Kota Serang Lanjutkan Pengelolaan RKUD di Bank Banten
Dalam mata acara pertama, Bank Banten akan mengajukan persetujuan atas pengunduran diri Direktur Bisnis Bambang Widyatmoko yang sebelumnya telah disampaikan melalui surat bertanggal 19 November 2025
Adapun pada mata acara kedua, pemegang saham akan dimintai persetujuan atas perubahan susunan Direksi dan/atau Dewan Komisaris sebagai bagian dari pemenuhan POJK Nomor 55/POJK.03/2016 terkait penerapan tata kelola bank umum.
Pemanggilan rapat ini sekaligus menjadi sinyal adanya dinamika struktural di tubuh Bank Banten, seiring upaya perseroan memperkuat manajemen dan tata kelola menuju kinerja yang lebih solid di 2026.
Baca juga: Tahun 2025 KUB Efektif, Tahun 2026 Bank Banten Siap Melesat
Sampai dengan akhir November 2025, total aset Bank Banten telah menembus double digit mencapai Rp10,02 triliun atau meningkat 32,7 persen dari posisi aset di akhir Desember 2024, yang hanya menyentuh angka Rp7,55 triliun.
Sedangkan realisasi kredit yang diberikan mencapai Rp4.66 triliun atau naik 21 persen dari posisi per 31 Desember 2024. Dana Pihak Ketiga meningkat tajam 43 persen mencapai Rp6,95 triliun.
Pertumbuhan bisnis juga diikuti dengan perbaikan kualitas kredit yang jauh semakin membaik, dengan ratio non performing loan (NPL) gross turun menjadi 5,10 persen.
Berdasarkan kinerja tersebut, Bank Banten berhasil membukukan laba bersih Rp41,93 miliar di November 2025. Capaian laba ini telah melampaui pecapaian pada Desember 2024 yang sebesar Rp39,33 miliar. (*)
Poin Penting Inflasi Februari 2026 capai 4,76 persen yoy, didorong kenaikan IHK dari 105,48 menjadi… Read More
Poin Penting Badan Pusat Statistik mencatat inflasi Februari 2026 sebesar 0,68 persen (mtm), dengan IHK… Read More
Poin Penting Nadiem Makarim mendirikan Gojek (2010) hingga merger dengan Tokopedia membentuk GoTo Group pada… Read More
Oleh Wilson Arafat, GRC Specialist PADA suatu hari, penulis jogging santai melintasi kawasan yang sedang… Read More
Poin Penting Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud mengembalikan mobil dinas baru senilai Rp8,49 miliar yang dibeli… Read More
Poin Penting Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 2,65 persen ke 8.016,83; 671 saham melemah,… Read More