Jakarta — PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (Bank Banten) menggandeng PT Asuransi Kredit Indonesia (Persero) atau Askrindo dalam kerja sama asuransi kredit. Ini dilakukan sebagai upaya dalam memberikan jaminan kredit kepada para debitur Bank Banten
Direktur utama Bank Banten, Fahmi Bagus Mahesa mengatakan, kerja sama ini meliputi Penutupan Asuransi Umum, Asuransi Kredit Konstruksi serta Pengadaan Barang dan Jasa, Asuransi Kredit Konsumtif, Asuransi Kredit Produktif, dan Kontra Bank Garansi.
Fahmi menambahkan kerja sama ini juga termasuk Asuransi Kredit Konsumtif, dimana kredit ini cukup potensial dengan debitur meliputi para Aparatur Sipil Negara (ASN), Pegawai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Badan Hukum Milik Negara (BHMN), Anggota TNI/Polri, maupun pegawai perusahaan swasta yang berstatus pegawai tetap.
“Sementara itu, Perjanjian Kerjasama tentang Kontra Bank Garansi dilakukan guna mengambil alih risiko yang kemungkinan timbul atas penerbitan Bank Garansi yang digunakan untuk menjamin proyek-proyek yang dibiayai dengan dana APBN, APBD, BUMN, BUMD, BHMN, joint venture dan Perusahaan Swasta Nasional di seluruh wilayah Indonesia,” jelas Fahmi dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, 21 Desember 2017.
Adapun kinerja keuangan Bank Banten posisi triwulan III tahun 2017 menunjukkan perubahan yang positif. Peningkatan Total Aset perusahaan menjadi sebesar Rp7,04 triliun, meningkat sebesar 43,4 persen secara setahunan yang diperoleh dari peningkatan realisasi penyaluran kredit. Outstanding kredit menjadi sebesar Rp4,54 triliun meningkat sebesar 42,4 persen dalam setahunan yang dihasilkan dari pengembangan bisnis baru yaitu kredit konsumer dan kredit komersial. Sementara dana pihak ketiga menjadi sebesar Rp5,74 triliun meningkat sebesar 51,7 persen. (*) Dicky F Maulana
Poin Penting KPK melakukan OTT di lingkungan Bea Cukai Kemenkeu dan menangkap Rizal, mantan Direktur… Read More
Poin Penting Istana membantah kabar Presiden Prabowo menggunakan dua pesawat kenegaraan untuk perjalanan luar negeri.… Read More
Poin Penting BTN menargetkan pembiayaan 20.000 rumah rendah emisi pada 2026, setelah menyalurkan 11.000 unit… Read More
Poin Penting Pakar menilai masuknya Danantara Indonesia ke pasar modal sah secara hukum dan tidak… Read More
Poin Penting NPL konstruksi BTN berasal dari kredit legacy sebelum 2020 yang proses pemulihannya membutuhkan… Read More
Poin Penting Komisi VIII DPR RI menekankan sinergi lintas kementerian dan lembaga untuk memperkuat penanggulangan… Read More