News Update

Bank Banten Buy Back Piutang PNS Rp557 Miliar dari Bank BJB

Jakarta – PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (BEKS) telah melakukan aksi korporasi dengan mencaplok piutang PNS Banten dari Bank BJB senilai Rp557 miliar dari 4.218 kreditur. Buyback kredit PNS Pemprov Banten ini sepaket dengan pengelolaan RKUD Provinsi Banten yang sebelumnya telah dikelola oleh Bank Banten. Proses jual beli ini dihadiri oleh Edi Kurniawan Saputra selaku Pimpinan Kantor Wilayah IV Bank BJB dan Ferry Fauzi Kepala Divisi Kredit Bank Banten pada Rabu (28/7/2021).

Agus Syabarrudin selaku Direktur Utama Bank Banten (BEKS) menegaskan kredit yang baru saja di buy back oleh perseroan menggunakan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang menempatkan dananya di Bank Banten. Piutang yang ditebus dengan dana cukup besar itu merupakan kredit yang akan jatuh tempo dalam kurun waktu 3-5 tahun. Dengan adanya buy back tersebut maka secara otomatis 4.218 kreditur tersebut akan mengalihkan pembayarannya dari Bank BJB kepada Bank Banten (BEKS).

Agus menambahkan, manfaat buyback itu sendiri untuk Bank Banten akan  meningkatkan pendapatan bagi Bank Banten (BEKS) dari portofolio tersebut sekitar Rp30 – Rp50 miliar hingga Desember 2021.

Sedangkan langkah selanjutnya yang akan ditempuh oleh Bank Banten (BEKS) dalam melakukan penguatan kinerja ialah tetap fokus pada penyaluran kredit kepada PNS. Untuk aksi korporasi yang sudah direncanakan dan menunggu waktu realisasi, Agus mengatakan perusahaan yang dipimpinnya bakal melakukan Buyback lagi kredit yang ada di Bank Kalsel senilai Rp180 miliar.

menuturkan bahwa buyback ini sekaligus menjadi milestone penting bagi upaya penyehatan perseroan. “Proses jual-beli ini merupakan sebuah awalan yang baik bagi perseroan. Dengan demikian Bank Banten telah merealisasikan rencana bisnis bank (RBB) yang sebelumnya telah dilaporkan ke OJK. proses ini merupakan salah satu angka fundamental untuk langkah bisnis selanjutnya Bank Banten. Sekaligus menjadi sebuah paket antara pengelolaan RKUD Provinsi Banten yang sebelumnya telah ditempatkan di Bank Banten.”

“Momen ini sekaligus menjadi penanda bahwa kepercayaan pada Bank Banten telah kembali. Bank Banten telah sehat, dan kita bisa all out memulai bisnis lagi. Keberhasilan melakukan buyback ini sekaligus menjadi penanda bahwa likuiditas perusahaan telah stabil sehingga dapat mengelola aset lagi. Harapannya, capaian ini bisa mendorong lebih banyak Kabupaten/Kota di Banten menempatkan RKUD di Bank Banten,” tutur Agus.

Sebagai tambahan informasi, sebelumnya demi mengejar target meraih kembali kepercayaan masyarakat, Direksi Bank Banten terus berupaya merangkul segenap tokoh di Banten agar bersinergi. Setelah roadshow ke Gubernur Banten, Pemerintah Lebak dan Pemerintah Kota Serang, pada Selasa, 27 Juli 2021. Manajemen Bank Banten menemui anggota DPRD Asal Pandeglang, Achmad Dimyati Natakusumah.

Agus Syabarrudin, menyatakan harapannya agar Achmad Dimyati Natakusumah dapat mendukung langkah-langkah pemindahan RKUD Kabupaten Pandeglang ke Bank Banten. “Upaya memajukan Bank Banten saya harap mendapat dukungan dari semua putra daerah terbaik Banten. Karena itu saya memohon bantuan Pak Dimyati agar berkenan mendorong pemindahan RKUD ke Bank Banten. Saat ini Bank Banten sudah ditetapkan sebagai Bank Sehat dan bisa all out memajukan perekonomian Provinsi Banten melalui langkah-langkah strategis yang melibatkan semua stakeholders,” tutur Agus.

Sementara Achmad Dimyati Natakusumah, mendukung rencana Manajemen BEKS untuk membuat perusahaan sejajar dengan BPD lain. “Saya percaya Bank Banten bisa menjadi motor kemajuan perekonomian Banten. Insya Allah dengan manajemen baru, kita bisa bersama-sama menyambut dimana Banten memiliki BPD yang sejajar dengan Provinsi lain di Jawa. Harus didukung, demi kepentingan bersama. Insya Allah saya akan mengajak stakeholders di Pandeglang untuk mendukung rencana pemindahan RKUD Kabupaten Pandeglang ke Bank Banten,” tutup Anggota DPR RI itu. (*)

Dwitya Putra

Recent Posts

Bank Mandiri Pastikan Livin’ Siap Temani Transaksi Nasabah Sepanjang Libur Idul Fitri

Poin Penting Bank Mandiri memastikan Livin’ by Mandiri tetap stabil dan beroperasi 24 jam untuk… Read More

15 hours ago

Sidang Isbat Tetapkan Idul Fitri 1447 H Jatuh pada 21 Maret 2026, Ini Alasannya

Poin Penting Pemerintah menetapkan Idul Fitri 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret… Read More

16 hours ago

Bank Mandiri Berangkatkan 10.000 Pemudik Gratis, Ini Fasilitasnya

Poin Penting Bank Mandiri memberangkatkan lebih dari 10.000 pemudik gratis menggunakan 215 bus ke berbagai… Read More

16 hours ago

Laba Adi Sarana Armada (ASSA) Melesat 81 Persen di 2025, Bisnis Ini Paling Ngebut

Poin Penting Laba bersih ASSA naik 81% menjadi Rp596,6 miliar pada 2025. Pendapatan konsolidasi mencapai… Read More

19 hours ago

Pendapatan Agung Podomoro Land (APLN) Tembus Rp3,57 Triliun, Ini Penyumbang Terbesarnya

Poin Penting APLN mencatat penjualan dan pendapatan usaha Rp3,57 triliun pada 2025. Penjualan rumah tinggal… Read More

20 hours ago

Macet Mudik Tak Terhindarkan karena Transaksi Tol, Ini Solusinya

Poin Penting Kemacetan mudik di tol utamanya disebabkan bottleneck di gerbang transaksi, bukan semata lonjakan… Read More

20 hours ago