Perbankan

Bank Aladin Syariah Jaga Kualitas Pembiayaan Lewat Strategi Ekosistem

Poin Penting

  • PT Bank Aladin Syariah Tbk fokus jaga kualitas pembiayaan lewat strategi ekosistem dan kemitraan terkurasi di tengah ekspansi agresif
  • Disiplin underwriting dan monitoring diperketat untuk menjaga risiko kredit tetap terkendali
  • Kinerja 2024 solid: DPK, pembiayaan, dan pendapatan operasional tumbuh kuat, dengan NPF tetap rendah.

Jakarta – PT Bank Aladin Syariah Tbk (Bank Aladin Syariah) menegaskan komitmennya menjaga kualitas pembiayaan di tengah ekspansi bisnis yang agresif, khususnya pada segmen hotel dan UMKM. Strategi pertumbuhan berbasis ekosistem menjadi kunci utama untuk memastikan risiko tetap terkendali.

Direktur Utama Bank Aladin Syariah, Koko T. Rachmadi mengungkapkan bahwa pertumbuhan Bank Aladin Syariah tidak hanya berbasis pada ekspansi secara terbuka, tetapi juga difokuskan pada pertumbuhan berbasis ekosistem yang terkurasi.

“Industri perbankan saat ini berada dalam kondisi red ocean. Namun, di atas red ocean tersebut sebenarnya masih terdapat blue ocean yang bisa dimanfaatkan. Kuncinya ada pada pemilihan ekosistem dan kemitraan atau partnership yang tepat dengan masing-masing institusi atau industri. Di Bank Aladin Syariah, ekosistem menjadi pilar utama,” ungkapnya dalam Public Expose Tahunan Bank Aladin Syariah, secara virtual, Kamis, 19 Februari 2026.

Koko menambahkan, sebagian besar pembiayaan Bank Aladin Syariah disalurkan kepada nasabah dalam jaringan mitra strategis, sehingga pihaknya memiliki visibilitas transaksi yang lebih baik, tingkat keyakinan yang lebih tinggi terhadap kualitas pembiayaan, serta profil risiko kredit yang lebih terjaga.

Baca juga: Jurus Bank Aladin Syariah Pererat Loyalitas Nasabah 2026

“Selain itu, Bank Aladin Syariah juga menjaga disiplin dalam proses underwriting serta monitoring atas pembiayaan yang berjalan. Dengan pendekatan tersebut, meskipun pertumbuhan pembiayaan ke depan diproyeksikan cukup agresif, kami optimistis kualitas aset tetap dapat terjaga dengan baik,” tambahnya.

Sebagai informasi, sepanjang 2024, Bank Aladin Syariah mencatatkan pertumbuhan yang solid di berbagai lini bisnis. Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh signifikan sebesar 56 persen secara tahunan (year-on-year) menjadi Rp5,17 triliun, sementara total aset meningkat 32 persen menjadi Rp9,36 triliun.

Penyaluran pembiayaan juga mengalami pertumbuhan kuat sebesar 53 persen menjadi Rp4,68 triliun. Dari sisi profitabilitas, pendapatan operasional melonjak 93 persen menjadi Rp564 miliar, seiring peningkatan skala bisnis dan optimalisasi model operasional digital.

Rasio efisiensi menunjukkan perbaikan dengan penurunan cost to income ratio (CIR), sedangkan return on asset (ROA) dan return on equity (ROE) mencatat tren membaik dibandingkan tahun sebelumnya. Kualitas pembiayaan juga tetap terjaga dengan rasio non-performing financing (NPF) yang berada pada level sangat rendah.

“Kami tidak hanya bertumbuh secara angka, tetapi juga memperkuat fundamental bisnis. Strategi berbasis ekosistem dan digital approach memungkinkan kami menjangkau masyarakat lebih luas dengan biaya akuisisi yang efisien dan pengalaman nasabah yang semakin baik,” ujar Koko.

Baca juga: DEN Nilai Stimulus Likuiditas Belum Mampu Dongkrak Kredit Perbankan

Kinerja Aplikasi Digital

Di sisi digitalisasi, Koko menyebut sejak peluncuran aplikasi digital pada awal 2022, jumlah pengguna terdaftar Bank Aladin Syariah telah melampaui 3,3 juta nasabah yang tersebar di seluruh provinsi di Indonesia, dengan konsentrasi terbesar di wilayah berpopulasi Muslim tinggi seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Banten.

Strategi offline-to-online (O2O) melalui kolaborasi dengan Grup Alfa menjadi salah satu diferensiasi utama PT Bank Aladin Syariah Tbk. Melalui jaringan ritel dan ekosistem digital seperti Alfamart dan Alfamidi, perseroan memperluas akses layanan perbankan syariah secara terintegrasi.

Bank juga memperkuat kemitraan strategis dengan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), Taspen, serta kolaborasi BaaS bersama Flip dan Mekari.

“Dengan potensi pasar syariah yang masih besar dan tingkat inklusi yang terus meningkat, Bank Aladin Syariah optimistis dapat melanjutkan pertumbuhan berkelanjutan melalui penguatan pembiayaan berkualitas, kolaborasi ekosistem digital, serta infrastruktur dan tata kelola yang solid,” pungkasnya. (*) Ayu Utami

Galih Pratama

Recent Posts

Rupiah Masih Undervalued, Bos BI Beberkan Penyebabnya

Poin Penting Gubernur BI Perry Warjiyo menyebut pelemahan rupiah dipicu premi risiko global, meski fundamental… Read More

32 mins ago

BI Optimistis Ekonomi Kuartal I 2026 Tetap Tinggi, Ini Pendorongnya

Poin Penting BI proyeksikan ekonomi kuartal I 2026 tetap tinggi, didorong konsumsi rumah tangga, stimulus… Read More

1 hour ago

IHSG Ditutup Terkoreksi, Turun ke Level 8.274

Poin Penting IHSG ditutup melemah 0,43 persen ke level 8.274,08 pada Kamis (19/2/2026). Sebanyak 366… Read More

1 hour ago

BI Catat Kredit Perbankan Januari 2026 Tumbuh 9,96 Persen

Poin Penting BI mencatat kredit perbankan Januari 2026 tumbuh 9,96 persen yoy, naik tipis dari… Read More

2 hours ago

Bos BRI Ungkap Alasan Kredit Perbankan Melambat di 2025

Poin Penting Pertumbuhan kredit perbankan 2025 melambat ke 9,69% (yoy), dipicu turunnya permintaan kredit konsumsi… Read More

2 hours ago

Tok! BI Kembali Tahan Suku Bunga Acuan 4,75 Persen

Poin Penting Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan 4,75 persen, Deposit Facility 3,75 persen dan… Read More

2 hours ago