News Update

Bank Aladin Syariah Gandeng Halodoc Dukung Kesejahteraan Nasabah Lewat Kolaborasi Digital

Poin Penting

  • Bank Aladin Syariah berkolaborasi dengan Halodoc untuk memberikan manfaat tambahan layanan kesehatan bagi nasabah Ala Pensiun, termasuk pensiun dan pra-pensiun.
  • Nasabah pra-pensiun mendapat konsultasi via chat, sementara nasabah pensiun mendapat konsultasi via video call, lengkap dengan voucher konsultasi dokter umum dari Halodoc.
  • Kolaborasi lintas sektor ini memperluas akses layanan kesehatan digital serta memperkuat komitmen kedua pihak dalam meningkatkan kualitas hidup nasabah.

Jakarta – PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK) menjalin kolaborasi strategis dengan platform layanan kesehatan digital, Halodoc. Kerja sama ini digagas untuk memberikan nilai dan manfaat tambahan kepada nasabah Ala Pensiun Bank Aladin Syariah.

Kolaborasi lintas industri ini membuat nasabah Ala Pensiun bisa mengakses layanan kesehatan langsung melalui aplikasi Halodoc.

Nasabah pensiun dan pra pensiun  bisa mendapatkan kemudahan tambahan di luar layanan finansial yang disediakan Bank Aladin Syariah.

Dengan kerja sama ini, kedua pihak menjalankan peran dalam memberikan nilai manfaat tambahan bagi nasabah pensiun dan pra-pensiun. Salah satu manfaat yang diberikan berupa voucher konsultasi dokter umum Halodoc untuk nasabah Ala Pensiun Bank Aladin Syariah. Voucher itu bisa digunakan sesuai metode konsultasi yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing segmen.

Baca juga: Ajak Nasabah Siapkan Masa Tua, Program Ala Pensiun Jadi Andalan Bank Aladin Syariah

Lebih rinci, nasabah pra-pensiun bisa memanfaatkan konsultasi melalui fitur chat. Sedangkan nasabah pensiun mendapatkan akses konsultasi melalui video call, sehingga bisa  mendapatkan pengalaman yang lebih mudah dan jelas, terutama bagi pengguna lanjut usia.

Koko Rachmadi, Presiden Direktur Direktur Bank Aladin Syariah, menegaskan bahwa kolaborasi ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam memberikan manfaat yang lebih luas bagi nasabah. Bank Aladin Syariah memandang masa pensiun sebagai fase penting dan seharusnya bisa dinikmati nasabah dengan tenang dan penuh dukungan.

“Karena itu, melalui kolaborasi bersama Halodoc, kami ingin menghadirkan manfaat kesehatan yang mudah dijangkau oleh nasabah Ala Pensiun. Inilah komitmen kami untuk selalu menghadirkan layanan yang lengkap, relevan, dan humanis,” jelas Koko dalam keterangan resmi, Sabtu, 6 Desember 2025.

Kerja sama ini juga sejalan dengan tren peningkatan adopsi layanan digital di Indonesia. Masyarakat, termasuk generasi senior dapat dengan mudah mengakses layanan keuangan syariah maupun layanan kesehatan.

Sementara, Tita Mitradhani Rosa, Director of Sales Halodoc mengatakan, kolaborasi lintas sektor ini memiliki peran penting dalam memperluas akses kesehatan digital di Indonesia. Melalui kerja sama dengan Bank Aladin Syariah, Halodoc berharap masyarakat, terutama segmen pensiun dan pra-pensiun, dapat merasakan kemudahan layanan kesehatan yang aman, nyaman, dan mudah dipahami.

“Dukungan ini sejalan dengan misi Halodoc untuk terus menghadirkan solusi kesehatan yang inklusif dan dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat, ” tegasnya.

Baca juga: Bank Aladin Syariah Catat Laba Periode Berjalan Rp128,15 Miliar di Q3-2025

Baik Bank Aladin Syariah maupun  Halodoc percaya bahwa peningkatan kualitas hidup tidak hanya ditentukan oleh kesiapan finansial, tapi juga kemudahan memperoleh dukungan kesehatan yang tepat.

Bank Aladin Syariah yang memposisikan diri aebagai bank syariah digital, berkomitmen menyediakan layanan yang aman, transparan, dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.

Sedangkan, Halodoc sebagai platform kesehatan digital menghadirkan solusi yang memudahkan masyarakat untuk berkonsultasi dengan tenaga medis profesional secara online.

Kolaborasi keduanya diyakini akan memberikan added value positif bagi masyarakat, khususnya nasabah. (*) Ari Astriawan

Galih Pratama

Berkecimpung di industri media sejak 2014. Saat ini di infobanknews.com bertugas menulis dan menyunting artikel yang berkaitan dengan isu ekonomi, perbankan, pasar modal hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

BI: Inflasi Februari 2026 Dipengaruhi Faktor Base Effect

Poin Penting Inflasi Februari 2026 capai 4,76 persen yoy, didorong kenaikan IHK dari 105,48 menjadi… Read More

9 hours ago

BPS: Emas Alami Inflasi Selama 30 Bulan Berturut-turut

Poin Penting Badan Pusat Statistik mencatat inflasi Februari 2026 sebesar 0,68 persen (mtm), dengan IHK… Read More

11 hours ago

GoTo Klarifikasi soal Investasi Google dan Status Nadiem Makarim

Poin Penting Nadiem Makarim mendirikan Gojek (2010) hingga merger dengan Tokopedia membentuk GoTo Group pada… Read More

11 hours ago

Tantangan Inovasi Sektor Perumahan Rendah Emisi

Oleh Wilson Arafat, GRC Specialist PADA suatu hari, penulis jogging santai melintasi kawasan yang sedang… Read More

11 hours ago

Gubernur Kaltim Batalkan Pengadaan Mobil Dinas Baru Rp8,49 M, Ini Alasannya

Poin Penting Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud mengembalikan mobil dinas baru senilai Rp8,49 miliar yang dibeli… Read More

12 hours ago

IHSG Ditutup Ambles 2 Persen Lebih ke Level 8.016

Poin Penting Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 2,65 persen ke 8.016,83; 671 saham melemah,… Read More

12 hours ago