Perbankan

Bank Aladin Syariah Catat Laba Periode Berjalan Rp128,15 Miliar di Q3-2025

Poin Penting

  • Bank Aladin Syariah mencatat laba Rp128,15 miliar di Q3 2025, berbalik dari rugi Rp79 miliar di Q3 2024.
  • Total pendapatan pengelolaan dana tumbuh 39,15% menjadi Rp595,57 miliar, ditopang jual beli, bagi hasil, dan ujrah.
  • Dana syirkah temporer naik 61,88% jadi Rp8,75 triliun, NPF tetap rendah di bawah 0,05%.

Jakarta – PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK) melaporkan kinerja keuangan untuk kuartal III 2025 dengan mencatatkan laba periode berjalan sebesar Rp128,15 miliar. Pencapaian ini berbalik arah dari rugi Rp79,00 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), disebutkan bahwa perbaikan kinerja tersebut ditopang oleh pertumbuhan total pendapatan pengelolaan dana oleh perseroan sebagai mudharib, yang meningkat 39,15 persen menjadi Rp595,57 miliar dari sebelumnya Rp428,01 miliar.

Pendapatan pengelolaan dana itu terdiri atas pendapatan dari jual beli, bagi hasil, dan ujrah sebesar Rp436,51 miliar, serta pendapatan usaha utama lainnya senilai Rp159,06 miliar.

Baca juga: Perluas Akses Pendidikan, Bank Aladin Syariah Gandeng Muhammadiyah Scholarship Agency

Tidak hanya itu, total pendapatan usaha lainnya juga meningkat dari Rp99,82 miliar pada kuartal III 2024 menjadi Rp368,96 miliar. Secara rinci, pendapatan usaha lainnya tersebut berasal dari pendapatan imbalan jasa perbankan Rp328,10 miliar dan keuntungan atas penjualan surat berharga Rp40,80 miliar.

Meski demikian, total beban operasional BANK turut mengalami kenaikan 17,18 persen pada kuartal III 2025 menjadi Rp452,09 miliar dari Rp385,82 miliar.

Beban operasional tertinggi berasal dari pos umum dan administrasi senilai Rp231,37 miliar, diikuti oleh pos gaji dan kesejahteraan karyawan Rp111,70 miliar, lalu promosi Rp63,91 miliar, penyusutan dan amortisasi Rp33,05 miliar, serta lain-lain Rp12,03 miliar.

Baca juga: Bank Aladin Syariah Lakukan Akad Pembiayaan Korporasi

Kemudian, untuk total dana syirkah temporer atau dana yang diterima sebagai investasi dengan jangka waktu tertentu mencapai Rp8,75 triliun melonjak 61,88 persen dari Rp5,41 triliun.

Dana syirkah temporer itu didominasi oleh deposito mudharabah senilai Rp7,76 triliun, diikuti oleh tabungan mudharabah sebanyak Rp987,88 miliar, dan giro mudharabah Rp2,78 miliar.

Sementara itu, BANK juga berhasil menyalurkan pembiayaan musyarakah sebesar Rp4,60 triliun dan pinjaman qardh Rp582,77 miliar, dengan tingkat non-performing financing (NPF) gross 0,04 persen year to date (ytd) dan NPF net 0,03 persen ytd. (*)

Editor: Yulian Saputra

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

BPJS Kesehatan Buka Suara soal Bayi Baru Lahir Otomatis Terdaftar JKN, Ini Faktanya

Poin Penting Bayi baru lahir belum otomatis menjadi peserta JKN, tetap harus didaftarkan. BPJS masih… Read More

24 mins ago

Permata Bank Tebar Dividen Rp1,26 Triliun, Angkat Direktur Baru

Poin Penting Permata Bank membagikan dividen Rp1,266 triliun atau Rp35 per saham dari laba 2025.… Read More

7 hours ago

Rupiah Babak Belur, Misbakhun Kritik Kebijakan BI yang Konvensional

Poin Penting Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menilai BI masih menggunakan pendekatan konvensional… Read More

10 hours ago

Bank Mandiri Mau Gelar RUPST 29 April 2026, Simak Agenda Lengkapnya

Poin Penting PT Bank Mandiri (Persero) Tbk akan mengadakan RUPST tahun buku 2025 pada 29… Read More

11 hours ago

Siap-Siap! Bea Cukai Buka 300 Formasi CPNS Lulusan SMA Bulan Depan

Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akan membuka rekrutmen CPNS untuk 300 lulusan SMA/sederajat… Read More

11 hours ago

Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah, Begini Respons BI

Poin Penting Rupiah ditutup melemah 70 poin (0,41 persen) ke Rp17.105 per dolar AS, menjadi… Read More

12 hours ago