Dia mengungkapkan, semakin banyaknya perusahaan penjaminan syariah di Indonesia ini, maka diharapkan akan meningkatkan pangsa pasar (market share) industri keuangan syariah. Sehingga, hal ini nantinya juga akan meningkatkan aktivitas ekonomi, terutama sektor UMKM yang pada gilirannya memperkuat ekonomi nasional.
“Ini akan tingkatkan peran penjaminan syariah untuk tingkatkan market share keuangan syariah dan keuangan syariah dapat dikembangkan. Sekaligus informasi perbankan syariah dan harapan masing-masing sehingga ini menjadi sinergi bisnis antar keuangan syariah,” paparnya.
Mengingat potensi tersebut, maka dari sisi kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) juga perlu ditingkatkan. Dia menilai, untuk mengembangkan bisnis penjaminan syariah, maka diperlukan SDM-SDM yang berkualitas. Bahkan jika diperlukan wajib memiliki sertifikasi agar dapat mendorong perkembangan industri penjaminan syariah ini.
“Ini menjadi penting dan dirasa perlu untuk kembangkan SDM di industri penjaminan syariah yang bersertifikasi. Kondisi ini tidak mudah, tapi harus dilakukan sejak sekarang. Jamkrindo sendiri mendukung penuh, baik finansial maupun support teknologi dan juga kantor layanan yang potensial,” tutup Nanang. (*) (Baca juga : Tingkatkan Layanan, BSM Gandeng Bank Aceh Syariah)
Page: 1 2
Poin Penting IHSG melonjak 4,42% ke level 7.279, dengan mayoritas saham (623) ditutup menguat. Seluruh… Read More
Poin Penting: Biaya haji 2026 terancam naik signifikan akibat kenaikan harga avtur, asuransi, dan tekanan… Read More
Poin Penting Ancaman siber makin kompleks dan canggih (APT, AI, eksploitasi mobile), berdampak pada operasional,… Read More
Poin Penting SIPF belum memiliki payung hukum kuat, karena belum diatur dalam undang-undang meski risiko… Read More
Poin Penting Konflik Timteng memicu risiko gangguan infrastruktur digital global, termasuk data center dan jaringan… Read More
Poin Penting Kebocoran data masih terjadi karena penggunaan banyak tools keamanan yang tidak terintegrasi (silo),… Read More