Ekonomi dan Bisnis

Bangun Rumah Tapak, RBMS Angarkan Capex Rp40 miliar

Jakarta–Emiten properti, PT Ristia Bintang Mahkota Sejati Tbk (RBMS) sepanjang tahun ini akan menganggarkan dana belanja modal (capital expenditure/capex) sekitar Rp25 miliar hingga Rp40 miliar.

Direktur Ristia Bintang Mahkota Sejati, Suhsih Mas Boentoro mengatakan bahwa dana tersebut akan dianggarkan perseroan untuk menyelesaikan proyek penbangunan rumah tapak di Kerawang, Jawa Barat.

Ristia mengungkapkan, proyek pembangunan rumah tapak tersebut dilakukan perseroan melalui anak usahanya yang bergerak dalam bidang real estate dan pengembang yakni PT Alam Indah Selaras (AIS).

“Per Mei AIS menguasai lahan sekitar 41,6 ribu meter, izin lokasi ada 12 hektare (ha). Investasi untuk tanah itu Rp 14-15 miliar. Sisanya nanti untuk pembangunan proyek,” kata Suhsih di Jakarta, Jumat, 16 Juni 2016.

Lebih lanjut Suhsih menuturkan hingga Mei 2016 perseroan telah menggunakan dana capex sebesar Rp15 miliar sampai Rp20 miliar. Sehingga, diperkirakan dana yang dibutuhkan perseroan untuk menyelesaikan pembangunan proyek sebesar Rp10 miliar hingga Rp20 miliar.

Nantinya, proyek tersebut akan menyasar masyarakat di segmen menengah kebawah. Pasalnya perseroan menawarkan rumah tapak tersebut dikisaran Rp200 juta, dengan tipe 22/60.

“Kita bangun 50 unit dulu tahap pertama. Disana potensinya bisa sampai 450 unit, tapi itu jangka waktu 2-3 tahun ke depan. Proyek tahap pertama akan selesai tahun ini. Jadi itu dana capex akan untuk penyelesaian proyek rumah tapak itu,” jelasnya.

Adapun, dana capex perseroan menurut Suhsih sebagian besar akan dialokasikan dari dana kas internal. Kemudian, sebagian kecil akan berasal dari pinjaman perbankan. “Pinjaman perbankan itu 20-30 persen, sisanya dari internal kita saja,” terangnya. (*) Dwitya Putra

 

 

Editor: Paulus Yoga

Paulus Yoga

Recent Posts

OJK Siapkan Aturan Baru RBB, Begini Respons Purbaya

Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mendukung rencana OJK menyesuaikan RBB agar perbankan lebih… Read More

2 hours ago

Melangkah Menuju KBMI 2, Bank BPD Bali Catatkan Kinerja Positif di Triwulan I 2026

Poin Penting Bank BPD Bali mencatat modal inti Rp5,7 triliun dan menargetkan naik kelas ke… Read More

2 hours ago

Tak Sepakat Putusan KPPU, Pindar Adapundi Ajukan Banding

Poin Penting Adapundi menolak putusan KPPU karena dinilai tidak mencerminkan kondisi dan regulasi industri fintech… Read More

5 hours ago

ALTO luncurkan ASKARA Connect dan ASKARA Collab

PT ALTO Network meluncurkan dua layanan digital terbaru, yaitu Askara Connect dan Askara Collab, untuk… Read More

6 hours ago

Ma’ruf Amin: Hijrah Finansial jadi Kunci Akselerasi Ekonomi Syariah Nasional

Poin Penting Hijrah finansial sebagai transformasi menyeluruh, bukan sekadar pindah produk keuangan, tetapi perubahan cara… Read More

6 hours ago

Kinerja 2025 Ciamik, Saham BBCA Diproyeksi Kembali Menguat

Poin Penting Saham BBCA turun sekitar 19 perse ytd, sejalan pelemahan IHSG, namun dinilai sebagai… Read More

6 hours ago