Bangun Mandiri Digipreneur Hub, Bank Mandiri Dorong Penetrasi Digital Masyarakat

Bangun Mandiri Digipreneur Hub, Bank Mandiri Dorong Penetrasi Digital Masyarakat

Bangun Mandiri Digipreneur Hub, Bank Mandiri Dorong Penetrasi Digital Masyarakat
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on email
Share on linkedin

Solo – Dalam era digitalisasi, Bank Mandiri konsisten mendorong penetrasi digital di masyarakat guna meningkatkan inklusi keuangan digital di dalam negeri. Komitmen ini ditunjukkan perseroan lewat pembangunan Mandiri Digipreneur Hub (MDH) di Kawasan Solo Techno Park (STP) yang bertujuan untuk menciptakan generasi muda terampil, adaptif serta melek digital.

Mengusung konsep ruang kerja terbuka atau co working space, Mandiri Digipreneur Hub didesain untuk menjadi tempat inkubasi, pelatihan dan sosialisasi Digital melalui aktivitas podcast terkait kewirausahaan bagi UMKM dan wirausaha digital bagi millennials. Harapannya, MDH dapat menjadi lokasi pilihan utama para penggiat digital maupun pelaku usaha rintisan (startup) untuk menjalin kolaborasi untuk menggarap peluang usaha ataupun hanya untuk sekedar berdiskusi.

Sebagai sebuah co working space, Mandiri Digipreneur Hub yang menempati area lebih dari 100 m2  di lantai 1 STP ini memiliki sejumlah fasilitas yang bisa dimanfaatkan pengunjung dan penikmat STP untuk berkolaborasi seperti meeting area, podcast studio, ruang kelas, serta sudut UMKM  dan sitting area di ruang terbuka.

Direktur Hubungan Kelembagaan Bank Mandiri Rohan Hafas menjelaskan, inisiatif pembangunan Mandiri Digipreneur Hub di Kawasan Solo Techno Park sangat sejalan dengan keinginan para pemangku kepentingan nasional agar Indonesia dapat menyiapkan generasi milenial yang unggul dan mampu bersaing untuk mempercepat transformasi digital di bidang kewirausahaan dan pewirausaha digital.

“Apalagi pada tahun ini Indonesia dipercaya sebagai Presiden G20, dengan salah satu tema yang diusung adalah mengenai transformasi digital. Kita sangat berharap keberadaan MDH dan STP ini dapat menunjukkan kesungguhan Indonesia dalam mendukung UMKM naik kelas, membangun generasi milenial yang akan menjadi aktor utama dari transformasi digital di Tanah Air,” ungkap Rohan di sela-sela peresmian Solo Techno Park oleh Presiden Joko Widodo di Solo, Jumat, 11 Maret 2022.

Tidak berhenti di situ, Bank Mandiri juga berkolaborasi dengan Solo Techno Park untuk pembuatan aplikasi super Indonesia Digital Technopark. Aplikasi ini akan menghadirkan tiga solusi, mulai dari platform pasar digital (e-commerce), pelatihan digital (e-training) dan talent hub yang dapat mempertemukan penyedia lapangan kerja dengan calon tenaga kerja.

“Aplikasi ini didesain untuk membuka peluang yang lebih besar kepada pelaku UMKM untuk bersaing di pasar digital, terutama dengan dukungan SDM yang berkualitas. Ini semua akan menciptakan sebuah ekosistem UMKM berbasis digital yang lengkap dan berkesinambungan,” jelasnya.

Disamping penyiapan kapasitas UMKM, Rohan melanjutkan, pihaknya juga telah menyiapkan dukungan lain untuk pengembangan UMKM, antara lain melalui dukungan pembiayaan dan pendampingan dalam pemasaran. “Dengan Kredit Usaha Rakyat (KUR) misalnya, Bank Mandiri dapat membantu pelaku UMKM mengakses pembiayaan khusus yang dijamin oleh pemerintah sehingga dapat terjangkau dan tidak memberatkan,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Bank Mandiri juga merealisasikan janji dukungan kepada para atlit nasional penyandang disabilitas (paralympic), berupa penyerahan bantuan 1 unit bus ramah difabel kepada National Paralympic Committee (NPC) Indonesia. Dibiayai oleh program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) Bank Mandiri, bus yang dilengkapi teknologi canggih berupa lift portabel standar internasional, impor dari Jepang langsung, diserahterimakan kepada  Ketua NPC Indonesia Senny Marbun.

Rohan mengatakan, bantuan yang menjadi bagian dari program “Mandiri Sahabat Difabel” tersebut diharapkan dapat digunakan untuk membantu mobilitas atlet difabel saat melakukan aktivitas di pusat pelatihan atau di lokasi lainnya. Dengan adanya lift portabel yang ada di dalam bus, maka saat ini para atlit tidak perlu lagi digendong untuk menaiki bus. Karena dengan digendong, resiko cidera sangatlah besar bagi mereka dan pada beberapa profil atlet justru membahayakan kesehatan mereka.

“Bantuan ini merupakan bentuk apresiasi dan penghormatan kami kepada para atlet difabel yang telah berjuang mengharumkan nama Indonesia di berbagai event internasional. Dan masih segar di ingatan kita semua, tahun lalu mereka ini (atlet paralympic Indonesia) sangat berprestasi di ajang Olympiade Paralympic di Tokyo, Jepang. Patut kita apresiasi, dan semoga keberadaan bus canggih ini dapat semakin memudahkan mobilitas dan mengurangi faktor resiko cidera akibat menaiki kendaraan yang tidak ramah terhadap difabel,” pungkas Rohan. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Segera Daftarkan Diri Anda Menjadi Kontributor di

Silahkan isi Form di bawah ini

[ultimatemember form_id=”1287″]