Categories: Ekonomi dan Bisnis

Bangun Fasilitas Baru, Omron Kucurkan Rp205 Miliar

Sekitar 1.000 lapangan pekerjaan diharapkan dapat diciptakan dari perluasan investasi tersebut. Ria Martati.

Jakarta – Omron Corporation hari ini mengumumkan untuk membangun dua fasilitas baru di lokasi pabrik yang sudah ada – Omron Manufacturing of Indonesia (OMI) – yang terletak di EJIP Industrial Park, Cikarang, Bekasi – Jawa Barat.

Dua fasilitas baru yang mencakup area seluas lebih dari 20.000 meter persegi akan dibangun dengan estimasi biaya Rp 205 miliar dan dirancang untuk memproduksi berbagai komponen elektronik untuk memenuhi permintaan global di bidang otomatisasi industri dan produk otomotif.

Fasilitas baru ini diharapkan selesai dalam waktu kurang lebih dua tahun dan akan mulai beroperasi pada April 2017. Penambahan dua fasilitas baru tersebut menjadikan OMI sebagai pabrikan pertama dalam jaringan manufaktur global Omron yang memproduksi berbagai komponen untuk bisnis yang berbeda-beda, yaitu produksi komponen untuk bisnis otomatisasi industri, komponen elektronik untuk otomotif, serta komponen elektronik dan mekanik.

Saat ini, OMI memproduksi sekitar 191 juta komponen per tahun yang 90% diantaranya untuk memenuhi pasar ekspor dan 10% dijual di dalam negeri. Fasilitas baru yang sedang dibangun diharapkan dapat meningkatkan total produksi OMI menjadi 325 juta
komponen pada tahun 2020.

“Komitmen Omron Corporation untuk melakukan investasi baru di Indonesia merupakan bukti kuat bahwa OMI merupakan bagian penting dalam strategi ekspansi Omron di Asia Pasifik. Selain itu, hal ini juga membuktikan bahwa manajemen OMI telah berhasil menjadikan OMI sebagai pemain penting dalam industri manufaktur di Indonesia,” tutur Richard Nyotokusumo, Presiden Komisaris OMI dalam siaran tertulisnya di Jakarta, Senin 3 Agustus 2015.

Irawan Santoso, Presiden Direktur OMI, juga mengatakan bahwa keputusan investasi baru untuk penambahan kapasitas produksi sangat tepat waktu.

“Indonesia telah memulai program besar untuk memperluas dan memodernisasi infrakstruktur yang ada. Sebagai yang terdepan dalam teknologi  sensing and control , penambahan kapasistas manufaktur kami akan membantu memposisikan Omron untuk membantu pembangunan infrastruktur di Indonesia,” kata dia.

Fasilitas baru OMI akan dilengkapi dengan lini produksi manual, semi-otomatis, dan otomatis yang memungkinkan perusahaan untuk dapat melayani berbagai kebutuhan pelanggan secara lebih baik. Dengan proses manufaktur yang fleksibel, OMI kini dapat memenuhi kebutuhan pelanggan mulai dari permintaan produksi komponen dalam jumlah kecil hingga produksi dalam jumlah besar.

Selain investasi dalam bentuk tambahan modal, ekspansi OMI juga akan menyumbang pada pembukaan kesempatan pekerjaan baru bagi profesional di bidang teknis. Sekitar 1.000 insinyur, operator, spesialis mutu, dan berbagai professional terampil lainnya, diharapkan dapat bekerja di fasilitas baru ini pada saat pembangunan selesai.

Apriyani

Recent Posts

Bank BPD Bali Sudah Setor Dividen Rp826 Miliar ke Pemda

Poin Penting Bank BPD Bali mendistribusikan 75 persen laba atau Rp826 miliar dari total keuntungan… Read More

9 hours ago

Rekomendasi 5 Aplikasi Nabung Emas yang Aman dan Praktis

Poin Penting Kini menabung emas bisa dilakukan di aplikasi emas yang menawarkan transaksi yang aman… Read More

9 hours ago

Mahkamah Agung AS Batalkan Tarif Trump, Begini Respons Pemerintah

Poin Penting Mahkamah Agung Amerika Serikat membatalkan tarif resiprokal Donald Trump, pemerintah Indonesia mencermati dampaknya… Read More

14 hours ago

Investasi Reksa Dana BNI AM Kini Bisa Dibeli di Kantor Cabang KB Bank

Poin Penting PT Bank KB Indonesia Tbk menggandeng PT BNI Asset Management memasarkan reksa dana… Read More

14 hours ago

Kadin Gandeng US-ABC Perluas Ekspor Alas Kaki ke AS

Poin Penting Kamar Dagang dan Industri Indonesia teken MoA dengan US-ASEAN Business Council untuk perluas… Read More

18 hours ago

Alasan Mahkamah Agung AS “Jegal” Kebijakan Tarif Trump

Poin Penting Mahkamah Agung Amerika Serikat membatalkan tarif resiprokal global Donald Trump karena dinilai melanggar… Read More

20 hours ago