Jakarta – Wakil Presiden Malawi Saulos Klaus Chilima (51) dipastikan tewas dalam sebuah kecelakaan pesawat, Selasa (11/6/2024). Kepastian tersebut dikonfirmasi langsung oleh Presiden Malawi Lazarus Chakwera setelah tim pencari menemukan bangkai pesawat di hutan berkabut.
“Pesawat telah ditemukan. Dan saya sangat sedih dan dengan berat hati memberi tahu Anda semua bahwa ini telah menjadi tragedi yang mengerikan,” kata Chakwera, dikutip VOA, Rabu, 12 Juni 2024.
Diketahui, pesawat militer yang membawa rombongan Chilima dan sembilan orang lainnya menghilang pada Senin (10/6), usai gagal mendarat di kota utara Mzuzu lantaran kondisi cuaca buruk.
Baca juga: Pemerintah Iran Umumkan Presiden Ebrahim Raisi Tewas dalam Kecelakan Heli
Pesawat pun diperintahkan kembali ke Lilongwe tetapi hilang dari radar. Otoritas penerbangan tidak dapat melakukan kontak dengannya.
Chakwera mengatakan semua penumpang pesawat tewas akibat benturan. Pihak militer membawa jenazah mereka kembali ke ibu kota.
Baca juga: Jumlah Korban Tewas di Gaza Terus Bertambah, Wapres AS Desak Israel Gencatan Senjata
Sementara itu, pemerintah Malawi mengumumkan 21 hari berkabung nasional untuk memperingati kematian Wakil Presiden (Wapres) Saulos Chilima dan pejabat lainnya.
Pernyataan resmi dari kantor presiden, masa berkabung dimulai pada 11 Juni dan berlangsung hingga 1 Juli 2024 mendatang. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Bank BPD Bali mendistribusikan 75 persen laba atau Rp826 miliar dari total keuntungan… Read More
Poin Penting Kini menabung emas bisa dilakukan di aplikasi emas yang menawarkan transaksi yang aman… Read More
Poin Penting Mahkamah Agung Amerika Serikat membatalkan tarif resiprokal Donald Trump, pemerintah Indonesia mencermati dampaknya… Read More
Poin Penting PT Bank KB Indonesia Tbk menggandeng PT BNI Asset Management memasarkan reksa dana… Read More
Poin Penting Kamar Dagang dan Industri Indonesia teken MoA dengan US-ASEAN Business Council untuk perluas… Read More
Poin Penting Mahkamah Agung Amerika Serikat membatalkan tarif resiprokal global Donald Trump karena dinilai melanggar… Read More