Keuangan

Bancassurance DBS Tumbuh Double Digit di 2025

Poin Penting

  • Bisnis bancassurance Bank DBS Indonesia tumbuh double digit sepanjang 2025, sejalan dengan pertumbuhan bisnis investasi bank.
  • Premi baru menjadi pendorong utama pertumbuhan, meski penetrasi asuransi nasional masih rendah di kisaran 2-3 persen.
  • Produk asuransi tradisional mendominasi portofolio, dengan kontribusi lebih dari 70-80 persen dari total bisnis bancassurance DBS.

Jakarta – Di tengah penetrasi asuransi Indonesia yang masih rendah, PT Bank DBS Indonesia mencatatkan pertumbuhan solid pada bisnis bancassurance sepanjang 2025. Saat sebagian pelaku industri masih menghadapi tantangan literasi dan daya beli, DBS menegaskan kanal perbankan tetap menjadi mesin pertumbuhan distribusi asuransi.

Head of Investment & Insurance PT Bank DBS Indonesia, Djoko Soelistyo, menegaskan bahwa lini bancassurance DBS terus tumbuh double digit secara konsisten, sejalan dengan pertumbuhan bisnis investasi bank.

“Setiap tahun bisnis bancassurance kita selalu tumbuh. Untuk bancassurance, pertumbuhannya sudah pasti double digit,” ujarnya dalam acara Journalist Class di Jakarta, Senin, 19 Januari 2026.

Baca juga: Geopolitik Memanas, DBS Ungkap 2 Aset Investasi Paling Diuntungkan

Djoko menjelaskan, pertumbuhan tersebut terutama ditopang oleh kontribusi premi baru yang menjadi sumber terbesar pendapatan bancassurance DBS.

“Kalau dilihat, pertumbuhan paling besar memang berasal dari premi baru,” kata Djoko.

Minat Asuransi Meningkat

Menurut Djoko, meski penetrasi asuransi nasional masih stagnan, minat dan kesadaran masyarakat terhadap asuransi menunjukkan tren peningkatan. Akses informasi yang semakin luas serta peran media sosial dalam menyebarkan cerita dan pengalaman nyata membuat edukasi asuransi tidak lagi bersifat satu arah.

“Kalau penetrasi memang masih rendah, sekitar 2 sampai 3 persen. Tapi kalau bicara minat, saya rasa ada yang bertambah,” ujarnya.

Baca juga: IHSG Diproyeksi Tembus 9.800 pada 2026, DBS Beberkan Pendorongnya

Namun, ia menilai tantangan utama industri asuransi saat ini bukan lagi soal kesadaran, melainkan konsistensi dalam mengeksekusi keputusan berasuransi.

“Ada orang yang sudah sadar asuransi itu penting, tapi belum melakukan. Itu yang masih menjadi pekerjaan rumah,” jelasnya.

Produk Tradisional Dominasi Portofolio DBS

Di tengah tren unit link yang mulai kembali dilirik sebagian pelaku industri, DBS justru mencatat dominasi produk asuransi tradisional dalam portofolio bancassurance-nya. Produk seperti whole life, legacy, dan endowment menjadi kontributor utama.

“Kalau dari DBS, porsinya lebih banyak produk tradisional,” imbuh Djoko.

Baca juga: DBS Indonesia Gelar Diskusi Kebijakan, Prospek, dan Peran Perbankan

Bahkan, kontribusi produk tradisional tersebut mencapai di atas 70 persen hingga 80 persen dari total bisnis bancassurance DBS. Hal ini menunjukkan preferensi nasabah DBS yang cenderung mencari kepastian manfaat dan perencanaan jangka panjang, dibandingkan eksposur risiko pasar. (*) Alfi Salima Puteri

Yulian Saputra

Recent Posts

Catatan Hari Pers Nasional 2026: Hari Pers atau Hari Pengingat Akan “Matinya” Ruang Kritik?

Oleh Eko B. Supriyanto, Pemimpin Redaksi Infobank Media Group SETIAP tahun, tanggal 9 Februari, kita… Read More

2 hours ago

PLN Catat Pertumbuhan SPKLU Sepanjang 44 Persen di 2025

Poin Penting PLN mencatat pertumbuhan SPKLU 44 persen sepanjang 2025, dengan total 4.655 unit yang… Read More

10 hours ago

Bank Mandiri Perkuat Ekosistem PMI dan Diaspora Lewat Mandiri Sahabatku 2026

Poin Penting Bank Mandiri mengakselerasi ekonomi kerakyatan PMI & diaspora melalui Mandiri Sahabatku 2026 yang… Read More

10 hours ago

Prabowo Sebut Kampung Haji di Makkah jadi Kehormatan bagi Indonesia

Poin Penting Prabowo menegaskan pembangunan Kampung Haji di Makkah merupakan kehormatan besar bagi Indonesia, karena… Read More

11 hours ago

BEI Ungkap 5 Saham Penyebab IHSG Turun Tajam Pekan Ini

Poin Penting IHSG melemah 4,73 persen sepanjang periode 2-6 Februari 2026 dan ditutup di level… Read More

15 hours ago

Genjot Pertumbuhan Bisnis, Indospring (INDS) Perluas Ekspor ke Timur Tengah

Poin Penting Indospring membidik kawasan tersebut karena karakteristik pasar, khususnya dominasi truk Jepang, dinilai serupa… Read More

15 hours ago