News Update

Bambang Brodjonegoro Mundur dari Kursi Komisaris Utama Telkom Indonesia, Ini Alasannya

Jakarta – PT Telkom Indonesia mengumumkan pengunduran diri Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro dari kursi komisaris utama perseroan. Surat pengunduran diri tersebut diterima perseroan pada Kamis, 10 April 2025.

“Pada Kamis tanggal 10 April 2025, kami telah menerima surat pengunduran diri Bapak Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro selaku Komisaris Utama/Komisaris Independen PT Telkom Indonesia Tbk,” tulis manajemen Telkom Indonesia dikutip dari keterbukaan informasi, 13 April 2025.

Alasan Bambang Brodjonegoro Mungundurkan Diri

Manajemen Telkom Indonesia menjelaskan, pengunduran diri mantan Menteri Keuangan (2014-2016) ini sehubungan dengan penunjukkan dirinya sebagai Dekan Asian Development Bank Institute (ADBI).

Baca juga: Gandeng FrexTV, Telkomsel Hadirkan Mirco Drama

“Sebagai konsekuensi dari ketentuan dalam kontrak dengan ADBI yang melarang adanya rangkap jabatan pada entitas bisnis termasuk di Badan Usaha Milik Negara (BUMN),” lanjut manajemen.

Bakal Gelar RUPS

Menindaklanjuti pengunduran diri Bambang Brodjonegoro, Telkom Indonesia akan menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) untuk memutuskan permohonan pengunduran tersebut paling lambat 90 hari setelah tanggal diterimanya surat.

Baca juga: Bambang Brodjonegoro Mundur dari Kursi Komisaris Indofood, Ada Apa?

Jika pengunduran diri Bambang Brodjonegoro efektif, maka jumlah anggota Dewan Komisaris Perseroan berkurang menjadi 8 orang dengan dua di antaranya Komisaris Independen.

“Dapat disimpulkan bahwa setelah pengunduran diri Bambang Brodjonegoro, perseroan tidak lagi dapat memenuhi batas minimum jumlah Komisaris Independen sebagaimana diatur dalam ketentuan pasar modal karena jumlah Komisaris Independen kurang dari 30 persen dari total Anggota Dewan Komisaris,” tutup manajemen. (*)

Galih Pratama

Recent Posts

Bank Mega Gandeng IKPI Perkuat Pemahaman Coretax ke Nasabah

Poin Penting PT Bank Mega menggandeng IKPI dan FlazzTax menggelar Seminar Coretax untuk mengedukasi nasabah… Read More

11 hours ago

40 Juta UMKM Belum Berizin, BKPM Siap Permudah Proses NIB

Poin Penting 15,2 juta NIB diterbitkan, 14,9 juta untuk usaha mikro; masih ada 40 juta… Read More

12 hours ago

Purbaya Sesuaikan Strategi Penempatan Dana di Perbankan dengan Kebijakan BI

Poin Penting Pemerintah memperpanjang penempatan Rp200 triliun di bank-bank milik negara hingga September 2026 untuk… Read More

13 hours ago

Duh! Program MBG Berpotensi Buang Uang Negara Rp1,27 Triliun per Minggu

Poin Penting Studi CELIOS menunjukkan Program MBG bisa membuang 62–125 juta porsi/minggu, merugikan negara Rp622… Read More

14 hours ago

OJK Tegaskan Tak Ada “Injury Time” Spin Off UUS Asuransi

Poin Penting OJK menegaskan tidak ada perpanjangan waktu, semua UUS asuransi wajib spin off paling… Read More

14 hours ago

Bursa Calon ADK OJK, Purbaya: Sudah Ada Kandidat Kompeten, tapi Belum Banyak

Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa ungkap sudah ada sejumlah pendaftar calon ADK OJK, terutama… Read More

15 hours ago