Poin Penting
Jakarta – PT Phapros Tbk (PEHA) mengantongi laba bersih Rp7,7 miliar pada kuartal III 2025. Capaian ini melesat 111 persen year-on-year (yoy), berbalik dari rugi Rp67,77 miliar pada September 2024. Kinerja positif ini ditopang oleh pertumbuhan pendapatan dan efisiensi operasial.
Sepanjang sembilan bulan pertama 2025, PEHA membukukan pendapatan konsolidasian Rp683,6 miliar, atau meningkat 19,5 persen secara tahunan. Kenaikan pendapatan utamanya disokong pertumbuhan segmen produk obat bermerek, baik obat resep (produk etikal), obat jual bebas (OTC), maupun obat generik.
Kenaikan penjualan juga disokong kontribusi anak usaha, yakni PT Lucas Djaja. Sejumlah produk unggulan di sektor Obat Bermerek antara lain Antimo Group, Fitogen, Noza, Dextamine dan Pehacain menjadi kontributor dan penopang kenaikan penjualan sekaligus perbaikan margin PEHA.
Baca juga: Tingkatkan Daya Saing UMKM, Phapros Salurkan Dana Kemitraan Rp2,91 Miliar
Selain itu, lini terapi untuk pengobatan Tuberkulosis (TB) melalui produk OAT serta terapi malaria turut menyumbang penjualan cukup signifikan pada segmen obat generik.
Sementara, sisi EBITDA mengalami kenaikan paling signifikan, tumbuh 2.748 persen, dari posisi negatif pada kuartal III 2024 menjadi Rp88,6 miliar pada kuartal III 2025.
Kenaikan EBITDA terutama disokong pertumbuhan penjualan, optimalisasi portofolio produk, serta penerapan efisiensi menyeluruh.
Baca juga: Dorong Kenaikan Pendapatan, Phapros Perkuat Ekspansi ke Pasar Ekspor
PEHA menerapan efisiensi di semua lini. Tidak hanya pada proses produksi di manufaktur, tetapi juga pada aktivitas pemasaran, dan penguatan fungsi bagian supporting dalam optimalisasi proses kerja dan pengendalian biaya.
Berkat efisiensi operasional, misalnya, HPP terhadap penjualan tercatat turun 4,8 poin. Sedangkan beban usaha berhasil ditekan 4,3 persen secara tahunan. Ini sejalan dengan program cost restructuring serta fokus penjualan pada produk-produk bermargin tinggi.
Sementara, arus kas operasional konsolidasian juga tercatat positif Rp53,5 miliar, sekaligus mencerminkan kondisi likuiditas yang terjaga dan cukup sehat.
Baca juga: Penjualan Tumbuh 25 Persen, Phapros Balikkan Rugi Menjadi Untung di Semester I 2025
Plt. Direktur Utama PEHA, Ida Rahmi Kurniasih, mengatakan, kinerja yang diraih per September 2025 adalah hasil konsistensi transformasi yang dijalankan perseroan sejak awal tahun ini.
“Kinerja ini menunjukkan bahwa upaya perbaikan internal di aspek Pemasaran, efisiensi biaya, dan fokus pada produk bernilai tinggi memberikan dampak nyata. Kami optimis tren positif ini akan terus berlanjut hingga akhir tahun,” ujar Ida, dikutip Jumat, 5 Desember 2025. (*) Ari Astriawan
Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemerintah belum berencana menerbitkan Perppu untuk menaikkan… Read More
Poin Penting BGN menghentikan sementara 9 dapur Program Makan Bergizi Gratis di Gresik karena polemik… Read More
Poin Penting IHSG ditutup melemah 1,61 persen ke level 7.022,28 pada perdagangan Senin (16/3/2026). Sebanyak… Read More
Poin Penting Konflik Iran–AS–Israel memicu lonjakan harga minyak dunia hingga di atas USD100 per barel.… Read More
Oleh Paul Sutaryono KINI pemerintah sedang menggodok Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang demutualisasi bursa efek.… Read More
Poin Penting Amartha meluncurkan Amartha Empower, portal donasi, zakat, dan sedekah untuk memperluas pemberdayaan ekonomi… Read More