Categories: Analisis

Balikkan Keadaan, Emiten PEHA Kantongi Laba Bersih Rp7,7 M di September 2025

Poin Penting

  • PT Phapros Tbk (PEHA) mencetak laba bersih Rp7,7 miliar per September 2025, berbalik dari rugi Rp67,77 miliar tahun sebelumnya, didorong pertumbuhan pendapatan dan efisiensi operasional.
  • Pendapatan naik 19,5 persen yoy menjadi Rp683,6 miliar, terutama dari produk obat bermerek (etikal & OTC), generik, serta kontribusi anak usaha PT Lucas Djaja. EBITDA juga melonjak menjadi Rp88,6 miliar.
  • Efisiensi menyeluruh menekan HPP dan beban usaha, menjaga arus kas operasional tetap positif, dan memperkuat kinerja hasil transformasi internal perseroan.

Jakarta – PT Phapros Tbk (PEHA) mengantongi laba bersih Rp7,7 miliar pada kuartal III 2025. Capaian ini melesat 111 persen year-on-year (yoy), berbalik dari rugi Rp67,77 miliar pada September 2024. Kinerja positif ini ditopang oleh pertumbuhan pendapatan dan efisiensi operasial.

Sepanjang sembilan bulan pertama 2025, PEHA membukukan pendapatan konsolidasian Rp683,6 miliar, atau meningkat 19,5 persen secara tahunan. Kenaikan pendapatan utamanya disokong pertumbuhan segmen produk obat bermerek, baik obat resep (produk etikal), obat jual bebas (OTC), maupun obat generik.

Kenaikan penjualan juga disokong kontribusi anak usaha, yakni PT Lucas Djaja. Sejumlah produk unggulan di sektor Obat Bermerek antara lain Antimo Group, Fitogen, Noza, Dextamine dan Pehacain menjadi kontributor dan penopang kenaikan penjualan sekaligus perbaikan margin PEHA.

Baca juga: Tingkatkan Daya Saing UMKM, Phapros Salurkan Dana Kemitraan Rp2,91 Miliar

Selain itu, lini terapi untuk pengobatan Tuberkulosis (TB) melalui produk OAT serta terapi malaria turut menyumbang penjualan cukup signifikan pada segmen obat generik.

EBITDA Melonjak 2.748 Persen

Sementara, sisi EBITDA mengalami kenaikan paling signifikan, tumbuh 2.748 persen, dari posisi negatif pada kuartal III 2024 menjadi Rp88,6 miliar pada kuartal III 2025.

Kenaikan EBITDA terutama disokong pertumbuhan penjualan, optimalisasi portofolio produk, serta penerapan efisiensi menyeluruh.

Baca juga: Dorong Kenaikan Pendapatan, Phapros Perkuat Ekspansi ke Pasar Ekspor

PEHA menerapan efisiensi di semua lini. Tidak hanya pada proses produksi di manufaktur, tetapi juga pada aktivitas pemasaran, dan penguatan fungsi bagian supporting dalam optimalisasi proses kerja dan pengendalian biaya.

Berkat efisiensi operasional, misalnya, HPP terhadap penjualan tercatat turun 4,8 poin. Sedangkan beban usaha berhasil ditekan 4,3 persen secara tahunan. Ini sejalan dengan program cost restructuring serta fokus penjualan pada produk-produk bermargin tinggi.

Arus Kas Tetap Sehat, Likuiditas Terjaga

Sementara, arus kas operasional konsolidasian juga tercatat positif Rp53,5 miliar, sekaligus mencerminkan kondisi likuiditas yang terjaga dan cukup sehat.

Baca juga: Penjualan Tumbuh 25 Persen, Phapros Balikkan Rugi Menjadi Untung di Semester I 2025

Plt. Direktur Utama PEHA, Ida Rahmi Kurniasih, mengatakan, kinerja yang diraih per September 2025 adalah hasil konsistensi transformasi yang dijalankan perseroan sejak awal tahun ini.

“Kinerja ini menunjukkan bahwa upaya perbaikan internal di aspek Pemasaran, efisiensi biaya, dan fokus pada produk bernilai tinggi memberikan dampak nyata. Kami optimis tren positif ini akan terus berlanjut hingga akhir tahun,” ujar Ida, dikutip Jumat, 5 Desember 2025. (*) Ari Astriawan

Yulian Saputra

Recent Posts

Pengamat: Dugaan Serangan Siber Bank jadi Ancaman Serius bagi Kepercayaan Publik

Poin Penting Dugaan serangan siber Bank Jambi dinilai berisiko memicu krisis kepercayaan terhadap perbankan daerah.… Read More

11 mins ago

Agrinas Ikuti Saran Tunda Impor Mobil dari India

Poin Penting Agrinas menyatakan siap menunda rencana impor 105 ribu kendaraan dari India mengikuti arahan… Read More

25 mins ago

Laba Astra Otoparts (AUTO) Tembus Rp2,20 Triliun di 2025, Cetak Rekor Baru

Poin Penting Astra Otoparts (AUTO) membukukan laba bersih Rp2,20 triliun pada 2025, meningkat dari Rp2,03… Read More

38 mins ago

Kemenkeu: Program MBG Serap Anggaran Rp36,6 Triliun hingga 21 Februari

Poin Penting Program MBG telah menyerap Rp36,6 triliun hingga 21 Februari 2026, setara 10,9% dari… Read More

51 mins ago

Respons BSI soal Perpanjangan Penempatan Dana SAL Rp200 Triliun

Poin Penting Pemerintah perpanjang penempatan dana SAL Rp200 triliun hingga September 2026 untuk menjaga likuiditas… Read More

1 hour ago

Harga Emas Antam Cs Naik Serentak, Ini Rincian Lengkapnya

Poin Penting Harga emas Antam, Galeri24, dan UBS kompak naik pada 24 Februari 2026 di… Read More

2 hours ago