Ilustrasi: Pergerakan pasar saham. (Foto: Erman Subekti)
Jakarta – Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada hari ini kembali ditutup ke zona merah sebesar 17,23 poin atau melemah 0,26% ke level 6.687 dari dibuka di level 6.704 pada pembukaan perdagangan hari ini (26/5).
Berdasarkan statistik RTI Business tercatat sebanyak 324 saham terkoreksi, 204 saham menguat, dan 209 saham tetap tidak berubah. Sebanyak 21,53 miliar saham diperdagangkan dengan 1,26 juta kali frekuensi perpindahan tangan, serta total nilai transaksi mencapai Rp9,26 triliun.
Pelemahan tersebut diikuti oleh indeks IDX30 yang flat di level 490,20 dan JII melemah 0,15% menjadi 536,25. Sedangkan, LQ45 menguat 0,05% menjadi 942,25 dan SRI-KEHATI menguat 0,33% menjadi 438,83.
Kemudian, hanya beberapa sektor yang mengalami penguatan, sektor tersebut adalah sektor non-siklikal menguat 0,30%, sektor bahan baku menguat 0,23%, sektor siklikal menguat 0,21%, dan sektor kesehatan menguat 0,13%.
Sedangkan, sektor lainnya menunjukan pelemahan, sektor tersebut diantaranya, sektor teknologi melemah 2,22%, sektor energi melemah 1,34%, sektor transportasi melemah 0,94%, sektor industrial melemah 0,39%, serta sektor keuangan melemah 0,32%, sektor properti melemah 0,22%, dan sektor infrastruktur melemah 0,06%.
Sederet saham top gainers diantaranya adalah PT Asuransi Jiwa Syariah Jasa Mitra Abadi Tbk (JMAS), PT Hillcon Tbk (HILL), dan PT Ulima Nitra Tbk (UNIQ). Sedangkan saham top losers adalah PT Haloni Jane Tbk (HALO), PT Petrosea Tbk (PTRO), dan PT Hatten Bali Tbk (WINE).
Adapun, tiga saham teratas yang paling sering diperdagangkan, yaitu PT Pelangi Indah Canindo Tbk (PICO), PT Era Media Sejahtera Tbk (DOOH), dan PT Saptausaha Gemilangindah Tbk (SAGE). (*)
Editor: Rezkiana Nisaputra
Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More
Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More
Poin Penting Avrist pindah kantor pusat ke Wisma 46 untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Target pertumbuhan… Read More
Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More
Poin Penting Gita Wirjawan menilai kehadiran BPI Danantara di WEF 2026 berpotensi menjadi magnet utama… Read More