Poin Penting:
- MBG dinilai tidak dapat dihentikan karena merupakan bagian dari visi, misi, dan kontrak politik Presiden Prabowo dengan rakyat.
- Pemerintah menilai program MBG penting untuk mengatasi persoalan gizi yang masih dialami anak-anak dan balita di Indonesia.
- Bakom menegaskan pemerintah terbuka terhadap masukan publik, namun meminta masyarakat memberi kesempatan kepada Prabowo untuk menuntaskan program prioritasnya.
Jakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dipastikan tetap menjadi salah satu agenda prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) Muhammad Qodari menegaskan program tersebut tidak dapat dihentikan karena merupakan bagian dari visi, misi, dan kontrak politik yang telah disampaikan kepada masyarakat sebelum pemilihan presiden.
Pernyataan itu disampaikan Qodari untuk menjawab tuntutan dari kelompok mahasiswa agar program MBG dihentikan. Menurutnya, Prabowo telah memaparkan berbagai program prioritas kepada publik sejak masa kampanye. Salah satu program yang menjadi perhatian utama adalah Makan Bergizi Gratis yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak dan balita.
Qodari menilai kemenangan Prabowo dalam pemilihan presiden sekaligus menjadi mandat dari rakyat agar seluruh program yang dijanjikan dapat direalisasikan selama masa pemerintahan.
Baca juga: Korupsi MBG Seret Nama Pimpinan KPK, Polisi hingga KSP, Begini Penjelasan Mereka
MBG, Kontrak Politik Prabowo dengan Rakyat
Qodari menegaskan bahwa program MBG tidak bisa dihentikan hanya karena adanya kritik atau tantangan dalam pelaksanaannya. Menurut dia, program tersebut merupakan bagian dari janji politik yang menjadi dasar dukungan masyarakat kepada Prabowo dalam pemilihan presiden.
“Bahwa yang namanya MBG tidak bisa diminta langsung berhenti. Karena itu adalah visi-visi dan kontrak politiknya Pak Prabowo. Presiden Prabowo dipilih karena program kerja yang dilaksanakan, (program tersebut) tidak bisa diberhentikan,” kata Qodari, dikutip Antara, Rabu (17/6/2026).
Ia menambahkan, masyarakat telah memberikan mandat kepada Prabowo untuk menjalankan berbagai program yang telah dijanjikan saat kampanye. Karena itu, pemerintah berkewajiban memastikan program-program tersebut tetap berjalan sesuai tujuan yang telah ditetapkan.
Program Ditujukan Menjawab Masalah Gizi Nasional
Qodari menjelaskan program MBG lahir dari kebutuhan untuk mengatasi persoalan gizi yang masih dialami sebagian anak-anak dan balita di Indonesia. Kondisi tersebut dinilai berpotensi menghambat tumbuh kembang generasi muda apabila tidak ditangani secara serius.
Meski demikian, ia mengakui implementasi program tersebut masih menghadapi sejumlah tantangan. Namun, menurutnya berbagai kendala yang muncul tidak seharusnya dijadikan alasan untuk menghentikan program yang memiliki manfaat besar bagi masyarakat.
Pemerintah, kata dia, tetap membuka ruang bagi masyarakat untuk memberikan masukan demi penyempurnaan pelaksanaan program. Selain itu, perbaikan tata kelola juga akan terus dilakukan agar manfaat program dapat dirasakan secara optimal.
“Salah besar kalau justru menuntut Pak Prabowo untuk menghentikan program itu. Karena itu justru janji kampanyenya,” jelasnya.
Baca juga: BGN Evaluasi MBG di Sekolah Elite, Prioritas Wilayah 3T
Pemerintah Minta Kesempatan Menuntaskan Program Prioritas
Lebih lanjut, Qodari menyebut berbagai program yang dijalankan Presiden Prabowo pada dasarnya dirancang untuk menjawab beragam persoalan yang dihadapi masyarakat.
Ia mencontohkan kebijakan penghentian praktik kecurangan dalam ekspor sumber daya alam strategis melalui mekanisme ekspor satu pintu. Selain itu, pemerintah juga memperluas akses pendidikan bagi kelompok rentan melalui Program Sekolah Rakyat.
Menurutnya, seluruh kebijakan tersebut merupakan bagian dari strategi besar transformasi bangsa sekaligus upaya menghadirkan solusi atas berbagai tantangan nasional.
Karena itu, Qodari meminta masyarakat memberikan kesempatan kepada Presiden Prabowo untuk menjalankan dan menuntaskan program-program yang telah dijanjikan, termasuk MBG, selama masa jabatannya.
“Ketika Pak Prabowo menjabat, beliau berusaha menjalankan solusi itu. Nah, berikan kesempatan kepada beliau untuk melaksanakan,” pungkas dia. (*)
Editor: Galih Pratama


