Para aparatur sipil negara (ASN) sedang berbaris melaksanakan upacara. (Foto: istimewa)
Poin Penting
Jakarta – Wakil Ketua Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI, Amin AK, menyampaikan perlunya peninjauan ulang terhadap aturan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).
Amin mengutarakan hal tersebut dalam kunjungan kerja spesifik BAKN ke Provinsi Bali yang melibatkan seluruh bank Himbara, termasuk Bank Mandiri.
Ia menegaskan bahwa pembahasan ini tidak hanya ditujukan kepada satu bank, tetapi kepada seluruh perbankan Himbara yang menjadi mitra pemerintah dalam penyaluran KUR.
“Ini bukan hanya pertemuan dengan Bank Mandiri saja, tapi dengan bank Himbara secara keseluruhan. Kita tetap mengapresiasi ketentuan BPK RI karena memang aturannya seperti itu. Sejauh ini ASN masih tidak diperbolehkan,” ujarnya, dikutip laman DPR, Jumat, 5 Desember 2025.
Menurut Amin, perlu ada evaluasi terhadap kebijakan yang melarang ASN mengakses KUR, terutama bagi ASN golongan rendah yang kondisi ekonominya dinilai masih jauh dari layak.
“Untuk ASN golongan tertentu mungkin wajar tidak diberi kesempatan, tapi bagaimana dengan ASN golongan rendah? Mereka kadang gajinya belum setara UMR dan menghidupi keluarga besar. Kenapa tidak diberi kesempatan?,” ujarnya.
Baca juga: BEI Dalami Kasus Dugaan Lenyapnya Dana Nasabah Rp71 Miliar di Mirae Asset Sekuritas
Lebih lanjut, ia menyebut, banyak ASN golongan rendah memiliki potensi usaha, namun tidak memiliki aset untuk dijadikan jaminan selain Surat Keputusan (SK) kepegawaian.
“Mereka ini istilahnya nge-bank gamble. Tidak punya aset, hanya SK yang dijaminkan. Tapi cicilan pasti lancar karena dipotong gaji. Apakah tetap tidak diperkenankan? Ini yang menjadi pertanyaan kita,” tambahnya.
Amin pun mengungkapkan bahwa masukan dari kunjungan kerja ini akan menjadi bahan pertimbangan BAKN dalam memberikan rekomendasi kebijakan baru.
“Kami akan memberi masukan dan meminta BPK meninjau kembali aturan tersebut. Bila diperlukan regulasi baru untuk golongan tertentu, itu bisa berdampak besar pada perbaikan ekonomi,” katanya lagi.
Ia juga menilai jumlah ASN golongan rendah yang berpotensi diberdayakan melalui KUR cukup signifikan sehingga dapat memberikan dorongan positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Dalam dialog tersebut, Amin juga menyoroti pentingnya integrasi data antarlembaga, terutama antara perbankan Himbara, BKN, pemerintah daerah, dan Dukcapil.
“Ini soal konektivitas antarkelembagaan. Integrasi data akan meningkatkan akuntabilitas agar yang tidak layak—yang sudah masuk kategori komersial—tidak lagi mendapatkan KUR,” ujarnya.
Baca juga: Efek Dana Pemerintah di Himbara Tak Bisa Instan Dorong Kredit, Ini Penjelasan Ekonom
Ia lantas menekankan bahwa penyempurnaan sistem data diperlukan bukan hanya untuk membatasi penerima yang tidak layak, tetapi juga untuk memastikan kelompok yang benar-benar membutuhkan dapat terbantu.
Pada kesempatan itu, Amin juga mengapresiasi perbankan Himbara yang dinilai berhasil melakukan pembinaan UMKM sehingga banyak pelaku usaha naik kelas dari kategori ultra mikro ke mikro, hingga ke pembiayaan komersial.
“Kalau mereka sudah naik kelas dan tidak layak lagi mendapat KUR, itu justru menunjukkan pembinaan berhasil. Tujuan KUR salah satunya memang membuat UMKM tumbuh dan naik kelas,” ujarnya. (*)
Editor: Yulian Saputra
Jakarta - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menegaskan bahwa informasi yang menyebut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa… Read More
Poin Penting OJK mendorong keterbukaan informasi pasar modal melalui sistem pelaporan elektronik AKSes KSEI dan… Read More
Poin Penting Penjualan emas BSI tembus 2,18 ton hingga Desember 2025, dengan jumlah nasabah bullion… Read More
Poin Penting Transaksi Syariah Card Bank Mega Syariah melonjak 48% pada Desember 2025 dibandingkan rata-rata… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa tengah membahas penambahan satu lapisan cukai rokok untuk memberi… Read More
Poin Penting Permata Bank mulai mengkaji pengembangan produk BNPL/paylater, seiring kebijakan terbaru regulator, namun belum… Read More