Poin Penting
Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan Indonesia tetap memperoleh keuntungan dari impor minyak mentah asal Amerika Serikat (AS), meski harga minyak global meningkat akibat konflik di Timur Tengah.
Harga minyak mentah jenis Brent di bursa Intercontinental Exchange tercatat mencapai 83 dolar AS per barel. Angka ini lebih tinggi dibandingkan rerata harga Brent pada Januari 2026 yang berada di kisaran 64 dolar AS per barel.
“Sudah pasti sebelum dilakukan transaksi ada negosiasi. Pasti menguntungkan,” kata Bahlil dikutip ANTARA, Kamis, 5 Maret 2026.
Bahlil meyakini perusahaan energi negara, PT Pertamina (Persero), memiliki kemampuan untuk menegosiasikan harga terbaik dalam pengadaan minyak mentah dari AS.
Baca juga: Bahlil Pastikan Pertalite Tak Naik Meski Harga Minyak Dunia Melonjak
Peralihan sebagian impor minyak dari Timur Tengah ke AS juga dinilai tetap menjamin ketersediaan minyak mentah di dalam negeri.
Bahlil menjelaskan, untuk kebutuhan bahan bakar minyak (BBM), Indonesia selama ini banyak mengimpor dari Singapura. Menurutnya, pasokan dari negara tersebut relatif stabil karena Singapura memiliki berbagai sumber minyak mentah dari sejumlah negara.
Bahlil menegaskan bahwa Timur Tengah bukan satu-satunya sumber minyak mentah di dunia.
“Ada dari Afrika seperti Angola, Brazil, sebagian juga mereka ambil dari Malaysia, bahkan dari Amerika,” ujar Bahlil.
Isu ketahanan energi Indonesia kembali menjadi perhatian setelah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Pada 28 Februari 2026, AS bersama Israel melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran, termasuk ibu kota Teheran. Serangan tersebut dilaporkan menimbulkan kerusakan serta korban sipil.
Iran kemudian membalas dengan meluncurkan serangan rudal ke wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.
Baca juga: Airlangga Ungkap Risiko Harga BBM Naik Akibat Perang Israel-AS vs Iran
Pada 1 Maret 2026, Presiden AS Donald Trump mengeklaim bahwa pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, tewas dalam serangan gabungan tersebut. Televisi pemerintah Iran kemudian mengonfirmasi kematian Khamenei akibat serangan tersebut.
Media Iran juga melaporkan bahwa Selat Hormuz “secara efektif” telah ditutup setelah serangan itu, meskipun belum ada pengumuman resmi mengenai blokade penuh.
Selat Hormuz merupakan jalur strategis energi global yang menangani sekitar seperlima perdagangan minyak dunia. Jalur ini juga dilalui oleh volume besar ekspor gas alam cair dari Qatar dan Uni Emirat Arab.
Diperkirakan sekitar 20 persen konsumsi minyak harian dunia—setara sekitar 20 juta barel—melewati koridor tersebut setiap hari. Kondisi ini membuat konflik di kawasan tersebut berpotensi memengaruhi harga dan pasokan energi global. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting KPK mengungkap total Rp19 miliar mengalir ke lingkaran keluarga Bupati Pekalongan selama 2023-2026.… Read More
Poin Penting Maybank Indonesia mengingatkan potensi lonjakan penipuan digital jelang Lebaran 2026. Pelaku memanfaatkan modus… Read More
Poin Penting Per Januari 2026, tingkat wanprestasi 90 hari (TWP90) pinjaman daring mencapai 4,38 persen,… Read More
Poin Penting Pemerintah berencana memperpanjang tenor KPR hingga 30 tahun untuk meringankan cicilan dan memperluas… Read More
Poin Penting Fitch menyoroti program MBG karena dinilai berpotensi menekan belanja negara dan memperlebar defisit… Read More
Poin Penting Morgan Stanley mem-PHK sekitar 2.500 orang atau 3 persen tenaga kerja, terutama di… Read More