Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan keterangan pers pada awak media di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (04/02/2025). (Foto: BPMI Setpres)
Poin Penting
Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite, tidak akan mengalami kenaikan meski harga minyak mentah dunia melonjak imbas konflik geopolitik antara Amerika Serikat (AS)-Israel, dan Iran.
“Kalau harga BBM yang subsidi, yang bensin Pertalite, itu mau (harga minyak dunia) naik berapa pun, tetap harganya sama sebelum ada perubahan dari pemerintah,” ujar Bahlil dikutip Antara, Selasa, 3 Maret 2026.
Sementara itu, untuk BBM nonsubsidi seperti Pertamax, pemerintah akan melakukan penyesuaian harga mengikuti fluktuasi harga minyak mentah dunia.
Ia mengatakan, harga minyak mentah global saat ini telah melonjak di kisaran 78–80 dolar AS per barel. Angka tersebut melampaui asumsi makro Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 yang ditetapkan sebesar 70 dolar AS per barel.
Baca juga: Iran Tutup Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Berpotensi Tembus USD200 per Barel
Menurutnya, sebagai negara yang mengimpor minyak sekitar 1 juta barel per hari, kenaikan harga minyak dunia berpotensi membebani APBN melalui peningkatan subsidi energi.
Namun, di sisi lain Indonesia juga memperoleh tambahan penerimaan dari produksi minyak dalam negeri yang mencapai sekitar 600.000 barel per hari.
“Karena Indonesia kan berkontribusi kurang lebih sekitar 600 ribu barel per hari. Nah, selisih ini yang sedang kami hitung,” ucap Bahlil.
Perhitungan tersebut, kata dia, dilakukan secara hati-hati karena berkaitan dengan beban subsidi energi di dalam negeri. Hingga kini, setelah rapat Dewan Energi Nasional, pemerintah belum berencana menaikkan harga BBM subsidi.
Baca juga: Pakar Nilai Langkah Prabowo Mediasi AS–Iran Tak Mudah, Ini Tantangannya
“Sampai dengan kami rapat tadi, belum ada (kenaikan harga BBM subsidi), jadi aman-aman saja. Hari raya yang baik, puasa yang baik, insya Allah belum ada kenaikan harga BBM,” ujarnya.
Sebelumnya, pada Sabtu (28/2/2026), AS dan Israel melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran, termasuk ibu kota Teheran.
Iran kemudian membalas dengan meluncurkan serangan rudal ke wilayah Israel dan fasilitas militer AS di kawasan Timur Tengah. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI) akan menerbitkan obligasi Rp8–Rp10 triliun sepanjang 2026… Read More
Generali Indonesia resmi luncurkan GEN Syariah Perlindungan Aman, yang merupakan produk perlindungan jiwa berbasis syariah… Read More
Poin Penting GEN Syariah Perlindungan Aman menawarkan santunan jiwa yang bertumbuh hingga 250 persen serta… Read More
Poin Penting Momentum libur panjang mendorong lonjakan transaksi digital, terutama pembelian tiket, hotel, dan ritel,… Read More
Poin Penting OJK memetakan tiga risiko konflik AS-Israel vs Iran: lonjakan harga minyak, kenaikan inflasi… Read More
Poin Penting Pembiayaan multifinance capai Rp508,27 triliun per Januari 2026, tumbuh 0,78% yoy, dengan NPF… Read More