Nasional

Bahlil: Harga BBM Nonsubsidi Ikuti Pasar Global, BBM Subsidi Tunggu Tanggal Mainnya

Poin Penting

  • Harga BBM nonsubsidi ditentukan oleh mekanisme pasar global sesuai regulasi pemerintah.
  • BBM nonsubsidi tidak membebani APBN karena tidak mengandung subsidi.
  • Kebijakan BBM subsidi menunggu keputusan Presiden dengan mempertimbangkan daya beli masyarakat.

Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa penentuan harga BBM nonsubsidi mengikuti mekanisme pasar global sebagaimana diatur dalam regulasi pemerintah. Sementara itu, kebijakan terkait BBM subsidi masih menunggu keputusan pemerintah dengan mempertimbangkan kondisi masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan Bahlil usai menghadiri Forum Bisnis Indonesia-Jepang di Tokyo, Senin (31/3/2026), merespons isu kenaikan BBM nonsubsidi hingga 10 persen yang disebut-sebut mulai berlaku pada 1 April 2026.

Baca juga: Pertamax Naik Lagi? Simak Daftar Terbaru Harga BBM Pertamina, Shell, BP dan Vivo Pekan Ini

Formula Harga BBM Sudah Diatur

Bahlil menjelaskan, pemerintah telah memiliki dasar hukum dalam penetapan harga BBM, sebagaimana tertuang dalam Peraturan Menteri ESDM Tahun 2022.

“Di Peraturan Menteri ESDM Tahun 2022 itu telah mengatur dua formulasi tentang harga BBM. Satu harga BBM industri dan satu nonindustri. Kalau yang industri tanpa diumumkan pun dia terus terjadi berdasarkan harga pasar,” kata Bahlil dikutip Antara.

Menurutnya, BBM untuk sektor industri secara otomatis menyesuaikan dengan dinamika harga energi global tanpa perlu pengumuman resmi.

BBM Nonsubsidi Tidak Membebani Negara

Ia menambahkan, BBM nonsubsidi umumnya digunakan oleh kalangan mampu dan sektor usaha, terutama bahan bakar dengan angka oktan tinggi seperti RON 95 dan RON 98.

“Bensin RON 95, 98, itu kan orang-orang yang mampulah, seperti mohon maaf contoh Pak Rosan, Pak Seskab, masa pakai minyak subsidi ya kan? Dan selama mereka mau, selama ada uang untuk bayar, monggo. Tugas negara menyiapkan yang membayar, tidak ada tanggungan negara sama sekali,” ujarnya.

Dengan demikian, perubahan harga BBM nonsubsidi tidak berdampak pada anggaran negara karena tidak mengandung subsidi.

BBM Subsidi Tunggu Kebijakan Presiden

Meski harga BBM nonsubsidi mengikuti pasar, pemerintah tetap memprioritaskan perlindungan masyarakat melalui kebijakan BBM subsidi.

Bahlil menegaskan, keputusan terkait BBM subsidi berada di tangan Presiden Prabowo Subianto.

“Saya katakan bahwa subsidi tunggu tanggal mainnya. Insyaallah saya yakinkan bahwa Bapak Presiden dalam membuat kebijakan selalu mempertimbangkan dan memprioritaskan tentang kondisi masyarakat,” imbuh Bahlil.

Baca juga: Pertamina Tegaskan Belum Ada Pengumuman Resmi BBM Naik per 1 April 2026

Pertamina: Belum Ada Pengumuman Resmi

Sementara itu, Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, memastikan belum ada pengumuman resmi terkait perubahan harga BBM jenis Pertamax.

“Hingga saat ini belum ada pengumuman resmi mengenai harga per 1 April 2026,” ujar Baron.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk memperoleh informasi BBM dari kanal resmi serta menggunakan energi secara bijak. (*)

Editor: Yulian Saputra

Prima Gumilang

Recent Posts

BSI Optimistis Pengguna BYOND by BSI Tembus 10 Juta

Poin Penting Pengguna BYOND by BSI tumbuh 197 persen yoy sejak diluncurkan, mendorong total pengguna… Read More

16 mins ago

Transisi PSAK 117 Sukses, Asuransi Bintang Cetak Laba Rp45,8 Miliar di 2025

Poin Penting PT Asuransi Bintang Tbk membukukan laba komprehensif Rp45,8 miliar dan ekuitas Rp460,5 miliar,… Read More

1 hour ago

Kredit UMKM Masih Tertekan, Turun 0,6 Persen pada Februari 2026

Poin Penting Kredit UMKM pada Februari 2026 terkontraksi 0,6% yoy menjadi Rp1.484,9 triliun, melanjutkan tren… Read More

1 hour ago

Laba Sebelum Pajak Bank Muamalat Tumbuh 47,5 Persen Jadi Rp30,1 Miliar di 2025

Poin Penting Bank Muamalat membukukan laba sebelum pajak Rp30,1 miliar pada 2025, naik 47,5 persen… Read More

2 hours ago

Bank Ganesha Tumbuh Positif di 2025, Raup Laba Rp290,60 Miliar, Tertinggi Sepanjang Sejarah

Poin Penting Bank Ganesha membukukan laba sebelum pajak Rp290,60 miliar pada 2025, didorong pertumbuhan DPK… Read More

2 hours ago

Investor Ritel Rentan Terjebak, IPOT Tekankan Pentingnya Analisis Mendalam

Poin Penting Investor perlu lebih selektif dan mengandalkan data real-time serta riset komprehensif, karena penggunaan… Read More

2 hours ago