Nasional

Bahlil Alihkan Impor LPG dari Timur Tengah ke AS dan Australia

Poin Penting:

  • Pemerintah mengalihkan impor LPG dari Timur Tengah ke AS dan Australia untuk menjaga stabilitas pasokan.
  • Stok energi nasional, termasuk LPG, masih berada pada level aman meski dalam batas minimum.
  • Diversifikasi impor juga dilakukan pada minyak mentah dengan mengalihkan pasokan ke negara-negara Afrika.

Jakarta – Pemerintah melakukan penyesuaian strategi impor LPG dengan mengalihkan sumber pasokan dari kawasan Timur Tengah ke Amerika Serikat (AS) dan Australia. Kebijakan ini diambil oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia untuk memastikan ketahanan energi nasional tetap terjaga di tengah dinamika geopolitik global.

Bahlil menegaskan bahwa langkah pengalihan impor LPG dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap potensi gangguan pasokan dari kawasan Timur Tengah.

“LPG sampai dengan sekarang insyaallah doain kita tetap aman. Karena yang kita ambil dari Timur Tengah itu sudah kita alihkan ke negara lain, ya, seperti Amerika, Australia, dan beberapa negara lain,” ujar Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, dikutip Antara, Senin, 6 April 2026.

Baca juga: Bahlil Imbau Hemat LPG, Masyarakat Diminta Tak Boros saat Memasak

Ia memastikan kondisi pasokan energi nasional, termasuk LPG, masih dalam batas aman meskipun berada pada level stok minimum nasional.

“Sekarang ini stok (energi) kita masih dalam taraf stok minimum nasional. Jadi, insyaallah clear (aman),” ujarnya.

Strategi Jangka Panjang Impor LPG

Pemerintah sebelumnya juga telah menyiapkan kontrak jangka panjang impor LPG dengan sejumlah negara mitra. Strategi ini bertujuan menjaga stabilitas pasokan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan pada satu kawasan tertentu.

Dalam sidang kabinet paripurna di Istana Merdeka pada pertengahan Maret, Bahlil menekankan bahwa langkah ini merupakan strategi antisipatif agar pasokan LPG tetap aman meski terjadi perubahan sumber impor dari Timur Tengah.

Saat ini, komposisi impor LPG Indonesia didominasi oleh pasokan dari AS sekitar 70–75 persen, sekitar 20 persen dari Timur Tengah, dan sisanya berasal dari negara lain termasuk Australia.

Baca juga: Krisis Energi Dinilai Jadi Momentum Benahi Subsidi BBM-LPG Agar Tepat Sasaran

Diversifikasi Energi dan Impor Minyak Mentah

Selain impor LPG, pemerintah juga melakukan diversifikasi sumber impor minyak mentah. Jika sebelumnya sekitar 20 persen pasokan berasal dari Timur Tengah, kini pemerintah mengalihkannya ke negara-negara Afrika seperti Angola dan Nigeria.

Langkah ini dilakukan melalui skema kerja sama jangka panjang guna menjaga ketahanan energi nasional.

Di sisi lain, pemerintah memastikan pasokan solar nasional dalam kondisi aman karena seluruh kebutuhan telah dipenuhi dari produksi dalam negeri.

Dengan pengalihan impor LPG dan diversifikasi sumber energi, pemerintah berupaya memperkuat ketahanan energi nasional serta mengantisipasi risiko gangguan pasokan global. (*)

Editor: Yulian Saputra

Prima Gumilang

Recent Posts

Dapat Restu Prabowo, Purbaya Mau Caplok dan Ubah PNM jadi Bank UMKM

Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengusulkan pengambilalihan PNM dari BPI Danantara untuk dijadikan… Read More

51 mins ago

Rawan Kejahatan Siber, CIMB Niaga Perkuat Keamanan OCTO Biz dengan Sistem Berlapis

Poin Penting Keamanan OCTO Biz diperkuat dengan sistem berlapis termasuk enkripsi data, autentikasi pengguna, dan… Read More

1 hour ago

Permudah Akses Investasi, KB Bank Syariah Hadirkan Deposito iB Online

Poin Penting KB Bank Syariah menghadirkan layanan deposito digital melalui aplikasi BISA Mobile untuk memperluas… Read More

2 hours ago

Purbaya Lapor APBN Tekor Rp240,1 Triliun di Kuartal I 2026

Poin Penting Defisit APBN kuartal I 2026 mencapai Rp240,1 triliun (0,93 persen PDB), lebih tinggi… Read More

2 hours ago

Banggar DPR Tolak Pemangkasan Subsidi BBM di Tengah Kenaikan Harga Minyak

Poin Penting: Ketua Banggar DPR menolak pengurangan subsidi BBM karena dinilai membebani masyarakat kecil. Penyesuaian… Read More

2 hours ago

Pemerintah Batasi Tiket Pesawat Naik 9-13 Persen, Gelontorkan Subsidi Rp2,6 T

Poin Penting Kenaikan tiket pesawat domestik dibatasi 9-13% untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah… Read More

3 hours ago