CETAK duit. Ide cetak duit datang dari politisi. Juga, “didukung” oleh Kamar Dagang dan Industri (Kadin). Pro kontra cetak duit belum reda, meski Bank Indonesia (BI) sendiri sudah jauh-jauh hari memberi “sinyal” tidak akan mencetak uang.
Badan Anggaran (Banggar) DPR RI mengusulkan untuk mencetak uang Rp400 triliun-Rp600 triliun, tapi Gita Wirjawan, petinggi Kadin, mengusulkan Rp4.000 triliun. Dahsyat! Bagaimana episode selanjutnya?
Ada baiknya perlu mendengar alasan dari para politisi soal cetak-mencetak duit ini. Di tengah pandemi COVID-19, muncul opsi untuk mengambil kebijakan mencetak uang atau money printing yang bisa dilakukan BI. Langkah ini, kata politisi, bisa diambil untuk menyelamatkan ekonomi nasional.
Lalu bagaimana pendapat mereka soal cetak duit ini? Dan apa saja dampak yang ditimbulkan bila langkah ini diambil? Semua diulas tuntas di Majalah Infobank Edisi Juni 2020. (*)
Poin Penting KPK melakukan OTT di lingkungan Bea Cukai Kemenkeu dan menangkap Rizal, mantan Direktur… Read More
Poin Penting Istana membantah kabar Presiden Prabowo menggunakan dua pesawat kenegaraan untuk perjalanan luar negeri.… Read More
Poin Penting BTN menargetkan pembiayaan 20.000 rumah rendah emisi pada 2026, setelah menyalurkan 11.000 unit… Read More
Poin Penting Pakar menilai masuknya Danantara Indonesia ke pasar modal sah secara hukum dan tidak… Read More
Poin Penting NPL konstruksi BTN berasal dari kredit legacy sebelum 2020 yang proses pemulihannya membutuhkan… Read More
Poin Penting Komisi VIII DPR RI menekankan sinergi lintas kementerian dan lembaga untuk memperkuat penanggulangan… Read More