Keuangan

Bagaimana Chubb Melayani Nasabahnya di Dunia yang Jauh Secara Fisik Seperti Sekarang

Jakarta – PT Chubb General Insurance Indonesia (Chubb) berkomitmen untuk melayani nasabahnya dengan membangun aksesibilitas digital di samping saluran tradisional yang telah ada. Chubb telah menerapkan sejumlah inisiatif digital yang berpusat pada nasabah untuk memenuhi komitmen layanannya kepada nasabah.

Jon Longmore, Direktur Utama untuk Chubb di Indonesia mengatakan, penyampaian produk dan layanan yang lancar sesuai permintaan, termasuk klaim, mendorong agenda Chubb untuk memenuhi kebutuhan nasabahnya yang terus berkembang.

“Kami melihat meningkatnya pengikatan polis secara daring di berbagai produk, dan polis yang dikirimkan secara elektronik kepada nasabah. Hal terpenting dalam melaksanakan rencana kami adalah perekrutan para ahli terkait untuk mengembangkan keterampilan baru di internal kami,” katanya seperti dikutip di Jakarta, Rabu, 2 Juni 2021.

Salah satu inisiatif utama Chubb tahun ini adalah pengiriman dokumen secara elektronik (e-delivery) bagi nasabah yang menyetujuinya. Di sinilah Chubb akan mengirimkan penawaran dan dokumen polis secara elektronik kepada nasabah melalui mitra distribusinya, sesuai dengan privasi data dan persyaratan keamanan para mitra.

E-delivery merupakan inti dari Marine Certificate Issuance System (MCIS) dari Chubb, yaitu melalui platform CargoAdvantage®, yang menyediakan kemampuan instan untuk menerbitkan penawaran dan sertifikat asuransi Marine Cargo untuk nasabah dan mitra bisnis. Berbagai inisiatif digital ini didukung dengan standarisasi dan peningkatan pemrosesan yang dipusatkan di kantor Jakarta, yang memungkinkan sumber daya pemasaran dan mitra agen Chubb menggunakan lebih banyak waktunya untuk memberikan layanan yang unggul kepada para nasabah.

Selain itu, Chubb juga mempertajam portofolio produknya dengan meluncurkan rangkaian produk baru untuk memenuhi permintaan pasar. Salah satunya adalah SME Protect Plus, solusi paket perlindungan properti komersial dengan manfaat tanggung gugat publik, perlindungan siber, dan banyak lagi, yang telah diluncurkan pada bulan Februari 2021.

“Risiko siber dengan cepat menjadi salah satu ancaman paling berat bagi bisnis secara global. Bisnis berkelas kecil menengah menjadi sasaran empuk karena mereka memiliki infrastruktur keamanan teknologi informasi yang relatif lebih longgar dibandingkan dengan perusahaan besar, sehingga penting untuk membangun solusi paket guna mengakomodir banyaknya risiko yang dihadapi oleh para pemilik bisnis berkelas kecil menengah,” tegas Longmore.

Longmore menambahkan bahwa, pandemi hanya mempercepat permintaan nasabah akan solusi digital. “Melalui transformasi digital, kami memastikan Chubb lebih mudah diakses untuk penawaran harga dan layanan klaim, hingga mempercepat tanggapan kami untuk dokumentasi polis. Ini adalah harapan dari para nasabah saat ini,” pungkasnya. (*) Ari Nugroho

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

Konsisten Tambah Modal, Amar Bank Siap Naik Kelas ke KBMI 2

Poin Penting PT Bank Amar Indonesia Tbk menyatakan siap memenuhi ketentuan permodalan baru jika OJK… Read More

2 hours ago

Strategi Investasi AXA Mandiri Hadapi Volatilitas Pasar

Poin Penting AXA Mandiri menjaga stabilitas permodalan melalui pengawasan ketat terhadap rasio solvabilitas (Risk Based… Read More

3 hours ago

BTN Bidik Bisnis Wealth Management Tumbuh 15 Persen di 2026, Begini Strateginya

Poin Penting BTN memperluas layanan consumer banking dan beyond mortgage, termasuk kartu kredit, BNPL, dan… Read More

12 hours ago

KISI Sekuritas Siap Bawa 7-8 Perusahaan IPO 2026, Ada yang Beraset Rp3 Triliun

Poin Penting KISI menyiapkan 7–8 perusahaan untuk IPO tahun 2026, meliputi sektor perbankan, pariwisata, pertambangan,… Read More

12 hours ago

Premi AXA Mandiri Sentuh Rp10 Triliun di 2025, Unitlink Jadi Tulang Punggung

Poin Penting AXA Mandiri mencatat pendapatan premi Rp10 triliun pada 2025, dengan produk unitlink menyumbang… Read More

15 hours ago

BI Rate Turun, Amar Bank Jaga Bunga Deposito Tetap Menarik

Poin Penting Suku Bunga BI Tetap: BI menahan suku bunga acuan (BI Rate) pada level… Read More

15 hours ago