Jakarta – Badan Pengawas Obat dan Makanan menerbitkan Izin Penggunaan Darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) untuk vaksin Covid-19 produksi Bio Farma pada 16 Februari 2021. Penny K. Lukito, Kepala BPOM RI menyebut, penerbitan ulang vaksin Covid-19 diperlukan karena adanya perbedaan tempat produksi, kemasan, dan dosis.
“Karena adanya perbedaan tempat produksi, kemasan, dan dosis, sesuai peraturan yang berlaku, vaksin tersebut perlu diregistrasikan kembali. Dengan diberikannya pelulusan produk ini, vaksin tersebut siap untuk digunakan dalam program vaksinasi,” ujar Penny pada konferensi pers virtual melalui kanal YouTube Badan POM, 16 Februari 2021.
Lebih lanjut, BPOM berkomitmen akan terus mengawal mutu vaksin dari jalur distribusi. Penny memastikan jajarannya akan ikut menjaga mutu vaksin dari mulai dari keluar industri farmasi hingga vaksinasi pada masyarakat.
Selain itu, BPOM juga akan terus berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan, Komite Nasional, dan Komite Daerah untuk melakukan supervisi dan evaluasi pada laporan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) yang diberikan tenaga kesehatan maupun masyarakat.
“Program vaksinasi nasional akan terus berjalan dan dalam waktu dekat semoga akan diterbitkan EUA bagi vaksin-vaksin lainnya yang akan dilakukan secara bertahap,” ucap Penny. (*) Evan Yulian Philaret
Poin Penting RUPST OCBC sepakat untuk membagikan dividen tunai Rp1,03 triliun atau Rp45 per saham… Read More
Poin Penting ALFI mendesak pemerintah melakukan harmonisasi regulasi KBLI 2025 karena dinilai memicu inefisiensi dan… Read More
Poin Penting NPL konstruksi BTN menurun ke bawah 10%, dari sebelumnya sekitar 26%, dengan target… Read More
Poin Penting IHSG ditutup menguat 0,39% ke level 7.307,58 pada perdagangan 9 April 2026. Mayoritas… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya akui miskomunikasi, sebagian pengadaan motor listrik untuk SPPG ternyata sempat disetujui.… Read More
Poin Penting Livin’ by Mandiri hadirkan QR antarnegara di Korea Selatan, memungkinkan transaksi QRIS tanpa… Read More