Jakarta – PT AXA Mandiri Financial Service (AXA Mandiri) meluncurkan produk terbarunya, yaitu Asuransi Mandiri Elite Plan Syariah (MEP syariah).
Produk tersebut akan dipasarkan dengan jalur bancassurance melalui PT Bank Syariah Mandiri (BSM).
President Director AxA Mandiri, Jean Philippe Vandenschrick mengungkapkan bahwa Produk Asuransi MEP Syariah ini merupakan salah satu bentuk komitmen AXA Mandiri dalam mewujudkan tujuan perusahaan yaitu Empower People to Live a Better Life.
“Asuransi MEP syariah juga dapat membantu masyarakat, khususnya keluarga muslim yang ingin merencanakan hidupnya dengan cara mengelola risiko sesuai dengan prinsip-prinsip syariah. Kami percaya sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia, produk seperti ini bisa menjadi salah satu solusi untuk memenuhi kebutuhan proteksi masyarakat Indonesia, sekaligus membantu mereka dalam mempersiapkan warisan terbaik untuk orang-orang tercinta.” jelas Jean Phillipe di acara peluncuran AxA Mandiri MEP syariah di Jakarta, Rabu, 17 Januari 2018.
Berdasarkan data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia pada kuartal III 2017, AXA Mandiri mampu mempertahankan posisinya sebagai pemimpin di jalur distribusi bancassurance dengan menguasai 17 persen dan telemarketing dengan menguasai 26,7 persen pangsa pasar.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Distribution and Services PT Bank syariah Mandiri Edwin Dwidjajanto menjelaskan Kontribusi AXA Mandiri terhadap Fee based Income Bank Mandiri syariah baru sekitar 5 persen atau sekitar Rp20 miliar di tahun 2017.
“Pada tahun 2018 diharapkan secara nominal bisa naik sekitar Rp25 miliar sampai Rp30 miliar,” tambah Edwin.
Selain dari AXA pemasukan Fee based income juga diperoleh dari jual beli valuta asing, kemudian dari sisi reksa dana dan emiten.
Edwin Dwidjajanto juga mengatakan Pemasukan Fee based income terbesar berasal dari gadai emas.
“Pemasukan fee based dari gadai as saat ini mencapai 40 persen dari total pendapatan Fee based income Bank syariah Mandiri,” tambahnya. (Dicky)
Poin Penting Pangsa pasar oli Indonesia tumbuh rata-rata 2,5% per tahun, didorong oleh meningkatnya jumlah… Read More
Poin Penting Konflik AS-Iran memunculkan volatilitas, yang sebagian investor lihat sebagai momentum untuk membeli aset… Read More
Poin Penting SMF menyalurkan pembiayaan Rp20,88 triliun sepanjang 2025, naik 22,75%, dengan laba Rp565 miliar… Read More
Poin Penting Adira Finance catat pembiayaan baru Rp43,2 triliun, naik 18% di 2025. Laba bersih… Read More
Poin Penting AFPI berharap bank Himbara menyalurkan sebagian dari Rp200 triliun SAL ke industri pinjaman… Read More
Poin Penting Pertamina Lubricants memastikan stok oli domestik aman meski konflik AS-Israel vs Iran berpotensi… Read More