Jakarta – President Director AXA Mandiri Handojo G Kusuma menyatakan, pandemi COVID-19 telah merubah cara hidup seluruh masyarakat, begitu juga dalam berasuransi. Oleh karena itu, untuk menggenjot bisnis dan menunjukkan komitmen perseroan dalam melindungi nasabah, pihaknya terus mendorong digitalisasi pada layanannya.
“Dari semua ini bagaimana kita mengedukasi kepada nasabah kita, bagaimana kita bisa mengkomunikasikan apa yang akan kita berikan kepada nasabah. Kita melakukan berbagai macam cara untuk mendapatkan fasilitas-fasilitas untuk membantu nasabah di dalam situasi seperti ini. Kita juga telah mengeluarkan layanan teleconsultion bagi nasabah secara gratis,” ujarnya dalam web seminar & e-awarding ‘Insurance Industry Challenges The Future of Insurance Sector After COVID-19’ yang diadakan Infobank di Jakarta, Senin, 24 Agustus 2020.
Handojo menyebut, dalam menyongsong era digitalisasi, AXA Mandiri melihat ada dua hal penting yang harus diperhatikan perusahaa dalam penerapannya. Pertama, harus mengutamakan hal-hal apa yang dibutuhkan oleh nasabah. Yang kedua, adalah mengedepankan kemampuan sumber daya perusahaan yang mumpuni.
Dalam upaya menyempurnakan pelayannya kepada nasabah, Handojo menyebut data analytics merupakan hal terpenting lainnya yang harus diperhatikan. Karena melalui data analytic, perusahaan asuransi dapat mengetahui dan memahami nasabahnya masing-masing.
“Kami sadar betapa pentingnya data analytics untuk lebih memahami nasabah. Ke depannya nanti, (data analytics) bukan hanya untuk pelayanan semata, namun bisa juga dapat menelurkan solusi-solusi baru,” ucapnya.
“Selain itu kami sudah menerapkan artificial intelligence (AI) yang nantinya bukan hanya membantu memberikan pelayanan dalam konteks asuransi saja, tapi juga akses privilege kepada nasabah,” tutup Handojo. (*) Bagus Kasanjanu
Editor: Rezkiana Np
Poin Penting 15,2 juta NIB diterbitkan, 14,9 juta untuk usaha mikro; masih ada 40 juta… Read More
Poin Penting Pemerintah memperpanjang penempatan Rp200 triliun di bank-bank milik negara hingga September 2026 untuk… Read More
Poin Penting Studi CELIOS menunjukkan Program MBG bisa membuang 62–125 juta porsi/minggu, merugikan negara Rp622… Read More
Poin Penting OJK menegaskan tidak ada perpanjangan waktu, semua UUS asuransi wajib spin off paling… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa ungkap sudah ada sejumlah pendaftar calon ADK OJK, terutama… Read More
Poin Penting Pemerintah memastikan dana THR 2026 sebesar Rp55 triliun telah siap dan tinggal menunggu… Read More