Jakarta — PT AXA Mandiri Financial Services (AXA Mandiri) optimis pasar asuransi nasional masih sangat positif pada tahun 2019 ini. AXA Mandiri sendiri optimis, pada tahun ini masih dapat menumbuhkan angka pendapatan premi hingga double digit.
Presiden Direktur AXA Mandiri Handojo G. Kusuma menyebut, target tersebut juga harus dibarengi dengan pelayanan yang prima dengan strategi terus melayani nasabah dan membaca kebutuhan pasar.
“Saya lihat potensi dari pasar masih besar tinggal bagaimana kita mendekatkan diri ke pasar dan memberikan solusi yang nasabah perlukan dan saya masih optimis growth double digit,” kata Handojo di Jakarta, Kamis 10 Januari 2019.
Menurutnya, saat ini digitalisasi pelayanan masih sangat penting guna mengapai kebutuhan nasabah dan lebih menjangkau nasabah di seluruh wilayah nasional maupun global.
Baca juga: Masuki 2019, AXA Mandiri Fokus Kembangkan Digital
Merujuk data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia pada Q3 tahun 2018, AXA Mandiri mampu mempertahankan posisinya sebagai pemimpin di jalur distribusi bancassurance dengan menguasai 16% dan telemarketing dengan menguasai 25% pangsa pasar.
“Fokus terbesar saya adalah mengoptimalisasi sumber daya perusahaan untuk memposisikan AXA Mandiri sebagai perusahaan asuransi terbaik di industri demi memberikan manfaat perlindungan sebesar-besarnya,” ujar Handojo.
AXA Mandiri memasarkan solusi perlindungan melalui tiga jalur distribusi, yaitu in-branch, telemarketing dan korporasi. Pemasaran dilakukan melalui lebih dari 2.100 Financial Advisor di lebih dari 1.100 cabang Bank Mandiri dan 250 cabang Bank Syariah Mandiri di seluruh Indonesia.
Tak hanya itu, AXA Mandiri juga didukung lebih dari 500 Tele Sales dan Corporate Sales Officer pada jalur telemarketing dan korporasi. AXA Mandiri juga telah memanfaatkan dunia digital untuk memberikan pelayanan purna jual bagi para nasabah. (*)
Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More
Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More
Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More
Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More
Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More