Jakarta – PT AXA Financial Indonesia (AXA) meluncurkan asuransi jiwa Maestro Infinite Protection (MIP) dengan perlindungan hingga nasabah berusia 100 tahun.
Direktur AXA Financial Indonesia, Nina Ong mengatakan, asuransi tersebut diluncurkan untuk dapat memenuhi permintaan pelanggan yang menginginkan proteksi jiwa.
“Kita melihat kebutuhan pelanggan kembali, sesuai selera. Namun ada pelanggan ingin produk asuransi yang punya kepastian,” ujar Nina Ong di Jakarta, Kamis, 13 Juli 2017.
Nina menjelaskan, asuransi tersebut mempunyai tiga keunggulan, pertama nasabah mendapatkan kepastian proteksi jiwa dan perlindungan kecelakaan hingga nasabah berumur 100 tahun.
Kedua, jumlah pembayaran premi dengan masa bayar bisa dipilih nasabah sesuai dengan kemampuan, mulai dari 5 tahun hingga 20 tahun.
“Ketiga, nasabah akan menerima manfaat berupa dana tunai di masa pensiun sebesar 20persen dari uang pertanggungan dasar, ketika nasabah menginjak usia 65 persen,” tutur dia.
Selain itu asuransi baru tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi pertumbuhan premi perusahaan tahun ini sebesar 10 persen dari total penjualan tahun ini.
“So far, sudah diterima baik oleh masyarakat. Animo masyarakat cukup tinggi. Kita mendapatkan respon yang cukup luar biasa,” pungkas dia.
Sekadar informasi, AXA Financial Indonesia merupakan anak usaha dari AXA Group. Saat ini, AXA memiliki 70 kantor cabang dan 14.000 agen di seluruh Indonesia. (*)
Poin Penting Askrindo menjalin kerja sama dengan Pemkab Bone untuk penjaminan suretyship dan asuransi umum… Read More
Poin Penting BRI Life dan RS Awal Bros Group meresmikan fasilitas rawat inap premium The… Read More
Poin Penting Jamkrindo membukukan laba sebelum pajak Rp1,28 triliun dan laba bersih Rp1,05 triliun di… Read More
Poin Penting Status Indonesia tetap di kategori Secondary Emerging Market versi FTSE Russell dan tidak… Read More
Poin Penting Ancaman siber di Indonesia meningkat tajam pada 2025, dengan jutaan serangan berhasil diblokir… Read More
Poin Penting Rupiah dibuka melemah ke Rp17.035 per dolar AS, tertekan penguatan dolar AS. Sentimen… Read More