Ilustrasi: TikTok Shop hadir kembali di Indonesia/istimewa
Jakarta – Marak modus penipuan melalui belanja online yang dialami masyarakat akhir-akhir ini, tak terkecuali TikTok Shop. Lantaran kepopulerannya, TikTok Shop kerap dimanfaatkan para penipu yang ingin mengambil kesempatan demi keuntungan pribadi.
Salah satunya, pengalaman yang dialami Desiayu Adisti, warga Jakarta Pusat. Ia menjadi korban penipuan salah satu oknum penjual TikTok Shop.
Berikut kronologis yang dialami korban, melansir dari laman mediakonsumen, Jumat (15/9).
Pada tanggal 3 Agustus 2023, pukul 20.04, saya memesan barang berupa Mankeel Skuter Elektronik melalui aplikasi TikTok Shop, penjual a.n. yatistoree, dengan nomor pemesanan: 577681206329903192 dan estimasi pengiriman 3-4 hari.
Namun tiba-tiba keesokan harinya, pihak toko WA saya untuk mengkonfirmasi pesanan dan akan segera ditelepon.
Kemudian penipu yang mengaku sebagai admin toko mengatakan, barang yang sudah dipesan tidak ada dan harus retur. Dengan catatan uang akan kembali ke saya, tapi saya harus membatalkan dulu belanjaan saya. Saya pun mengikuti arahan penipu tersebut.
Setelah itu dia memberikan link ke saya untuk diklik dan diikuti prosedurnya. Dia meminta 1 nomor selain yang saya pakai, untuk ditransfer ke nomor tersebut.
Ternyata saya belum buat akun OVO untuk nomor tersebut dan dia coba mengaktifkannya dengan membuat link untuk mendapatkan OTP. Kemudian dia mencoba untuk merambah ke rekening saya, tapi untung saya gak mau dan merasa ini penipuan.
Uang saya jika refund dari TikTok Shop, akan kembali ke OVO. Namun pelaku mengalihkan ke nomor OVO yang bukan biasa saya gunakan, melainkan dia membuat OVO baru dengan nomor saya yang lain. Modusnya dengan menyebutkan bahwa nomor yang baru itu hanya untuk kontak darurat.
Saya laporkan masalah ini ke OVO dan TikTok, tapi tidak ada kelanjutannya. Mengecewakan sekali. Uang saya hilang sebesar Rp650.850. Sama sekali tidak ada kelanjutan laporan saya kepada pihak OVO dan TikTok.
Saya harap pihak terkait segera menindaklanjuti laporan saya. Saya malas lapor ke polisi karena pasti tidak ada hasilnya, lebih baik lewat Media Konsumen, karena sungguh membantu.
Desiayu Adisti
Jakarta Pusat
Poin Penting Standard Chartered mendorong portofolio yang disiplin, terstruktur (core, tactical, opportunistic), dan terdiversifikasi lintas… Read More
Poin Penting Presiden Prabowo melantik Juda Agung sebagai Wakil Menteri Keuangan, menggantikan Thomas Djiwandono yang… Read More
Poin Penting IHSG lanjut melemah tajam – Pada sesi I (6/2), IHSG ditutup turun 2,83%… Read More
Poin Penting Moody’s menurunkan outlook Indonesia dari stabil menjadi negatif, namun mempertahankan sovereign credit rating… Read More
Poin Penting Penurunan outlook dari stabil ke negatif dinilai Celios sebagai peringatan terhadap arah kebijakan… Read More
Poin Penting Danamon targetkan AUM wealth management tumbuh 20 persen pada 2026, melanjutkan capaian 2025… Read More