Eko B. Supriyanto, Pimpinan Redaksi Infobank Media Group. (Foto: Dok. Infobank)
Oleh Eko B. Supriyanto, Pemimpin Redaksi Infobank
JUAL beli rekening sudah seperti jual beli minuman keras di kios-kios jamu tradisional. Tampak bebas dan nyata, meski diam-diam. Bisa jadi jual beli rekening ini sudah masuk darurat kejahatan digital. Ada penjual, dan ada pembeli. Dan, jual beli rekening yang terus makin masif ini meresahkan masyarakat karena digunakan untuk kejahatan keuangan, bahkan terorisme.
Sumber kejahatan keuangan telah meningkat di berbagai sektor, termasuk sistem pembayaran. Itu disebabkan oleh banyak faktor. Satu, melonjaknya volume e-commerce dan pembayaran online. Segaris dengan itu, meningkat pula penipuan. Dua, banyaknya pengangguran, kemiskinan, dan putus asa secara finansial di tengah budaya konsumerisme.
Poin Penting Rencana demutualisasi BEI yang ditargetkan rampung kuartal I 2026 dinilai terlalu agresif dan… Read More
Poin Penting DPR menilai konten digital berjudul sensasional menjadi pintu masuk masyarakat ke praktik judi… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya memproyeksikan anggaran program gentengisasi sekitar Rp1 triliun, bersumber dari dana cadangan… Read More
Poin Penting Bank BPD Bali mencatat laba bersih Rp1,10 triliun (tumbuh 25,39 persen yoy), aset… Read More
By: Eko B. Supriyanto, Editor-in-Chief of Infobank Three commissioners of the Financial Services Authority (OJK)… Read More
Poin Penting Danantara menyatakan dukungan penuh terhadap reformasi pasar modal yang digulirkan OJK, termasuk kebijakan… Read More