Moneter dan Fiskal

Awali Pekan, Rupiah Melemah 0,04 Persen di Tengah Antisipasi Data Ekonomi

Poin Penting

  • Rupiah dibuka melemah ke level Rp16.638 per dolar AS atau turun 0,04 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.
  • Pelemahan dipicu penguatan dolar AS setelah pernyataan hawkish sejumlah pejabat The Fed.
  • Investor menunggu rilis data ekonomi domestik, termasuk inflasi, perdagangan, dan PMI yang lebih kuat dari perkiraan.

Jakarta – Nilai tukar rupiah melemah pada awal perdagangan hari ini, Senin, 3 November 2025. rupiah dibuka di level Rp16.638 per dolar Amerika Serikat (AS), atau melemah 0,04 persen dibandingkan penutupan pada Jumat pekan lalu di Rp16.631 per dolar AS.

Analis Mata Uang Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan rupiah diperkirakan akan melemah terhadap dolar AS yang kembali menguat, dipicu oleh pernyataan hawkish dari para pejabat Federal Reserve (the Fed) terhadap arah kebijakannya.

“Rupiah diperkirakan akan melemah terhadap dolar AS yang kembali menguat oleh dukungan pernyaaan hawkish dari pejabat-pejabat the Fed yaitu Schmid, Logan, dan Hammack,” ujar Lukman, Senin, 3 November 2025.

Baca juga: Rupiah Dibuka Menguat di Level Rp16.620 per Dolar AS

Lebih lanjut, investor juga tengah mengantisipasi serangkaian data domestik Indonesia, yakni inflasi dan perdagangan. Namun, data Purchasing Managers Index (PMI) Indonesia lebih kuat dari perkiraan dapat memberikan dukungan tehadap rupiah,

“Investor juga mengantisipasi serangkaian data ekonomi domestik yang di antaranya data perdagangan dan inflasi. Namun barusan rilis data PMI Indonesia yang lebih kuat dari perkiraan bisa mendukung rupiah,” pungkasnya.

Baca juga: Rupiah Dibuka Menguat Usai The Fed Pangkas Suku Bunga

Lukman menyatakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp16.600 hingga Rp16.700 per dolar AS hari ini

“Pelemahan akan terbatas, investor wait and see data-data selanjutnya hari ini.  Rupiah akan berada di range Rp16.600 hingga Rp16.700 per dolar AS hari ini,” imbuhnya. (*)

Editor: Yulian Saputra

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Pemerintah Belum Siapkan Perppu Defisit APBN, Menkeu Purbaya: Anggaran Masih Aman

Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemerintah belum berencana menerbitkan Perppu untuk menaikkan… Read More

3 hours ago

Gara-Gara Menu Kelapa Utuh, Operasional 9 Dapur MBG di Gresik Disetop

Poin Penting BGN menghentikan sementara 9 dapur Program Makan Bergizi Gratis di Gresik karena polemik… Read More

3 hours ago

Belum Mampu Rebound, IHSG Ditutup Parkir di Zona Merah ke Posisi 7.022

Poin Penting IHSG ditutup melemah 1,61 persen ke level 7.022,28 pada perdagangan Senin (16/3/2026). Sebanyak… Read More

3 hours ago

Konflik Iran-AS-Israel Dorong Harga Minyak, Defisit APBN Berpotensi Melebar

Poin Penting Konflik Iran–AS–Israel memicu lonjakan harga minyak dunia hingga di atas USD100 per barel.… Read More

3 hours ago

Demutualisasi Bursa Efek dan Manajemen Risiko

Oleh Paul Sutaryono KINI pemerintah sedang menggodok Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang demutualisasi bursa efek.… Read More

4 hours ago

Cara Amartha Perkuat Pemberdayaan Ekonomi Desa

Poin Penting Amartha meluncurkan Amartha Empower, portal donasi, zakat, dan sedekah untuk memperluas pemberdayaan ekonomi… Read More

4 hours ago