Ilustrasi: Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. (Foto: Istimewa)
Poin Penting
Jakarta – Nilai tukar rupiah melemah pada awal perdagangan hari ini, Senin, 3 November 2025. rupiah dibuka di level Rp16.638 per dolar Amerika Serikat (AS), atau melemah 0,04 persen dibandingkan penutupan pada Jumat pekan lalu di Rp16.631 per dolar AS.
Analis Mata Uang Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan rupiah diperkirakan akan melemah terhadap dolar AS yang kembali menguat, dipicu oleh pernyataan hawkish dari para pejabat Federal Reserve (the Fed) terhadap arah kebijakannya.
“Rupiah diperkirakan akan melemah terhadap dolar AS yang kembali menguat oleh dukungan pernyaaan hawkish dari pejabat-pejabat the Fed yaitu Schmid, Logan, dan Hammack,” ujar Lukman, Senin, 3 November 2025.
Baca juga: Rupiah Dibuka Menguat di Level Rp16.620 per Dolar AS
Lebih lanjut, investor juga tengah mengantisipasi serangkaian data domestik Indonesia, yakni inflasi dan perdagangan. Namun, data Purchasing Managers Index (PMI) Indonesia lebih kuat dari perkiraan dapat memberikan dukungan tehadap rupiah,
“Investor juga mengantisipasi serangkaian data ekonomi domestik yang di antaranya data perdagangan dan inflasi. Namun barusan rilis data PMI Indonesia yang lebih kuat dari perkiraan bisa mendukung rupiah,” pungkasnya.
Baca juga: Rupiah Dibuka Menguat Usai The Fed Pangkas Suku Bunga
Lukman menyatakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp16.600 hingga Rp16.700 per dolar AS hari ini
“Pelemahan akan terbatas, investor wait and see data-data selanjutnya hari ini. Rupiah akan berada di range Rp16.600 hingga Rp16.700 per dolar AS hari ini,” imbuhnya. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting Rencana demutualisasi BEI yang ditargetkan rampung kuartal I 2026 dinilai terlalu agresif dan… Read More
Poin Penting DPR menilai konten digital berjudul sensasional menjadi pintu masuk masyarakat ke praktik judi… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya memproyeksikan anggaran program gentengisasi sekitar Rp1 triliun, bersumber dari dana cadangan… Read More
Poin Penting Bank BPD Bali mencatat laba bersih Rp1,10 triliun (tumbuh 25,39 persen yoy), aset… Read More
By: Eko B. Supriyanto, Editor-in-Chief of Infobank Three commissioners of the Financial Services Authority (OJK)… Read More
Poin Penting Danantara menyatakan dukungan penuh terhadap reformasi pasar modal yang digulirkan OJK, termasuk kebijakan… Read More