Jakarta–PT Astra Credit Companies (ACC) menyatakan telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp2,49 triliun di Januari 2017, atau 9,1 persen dari target tahun ini yang sebesar Rp27,5 triliun.
Presiden Direktur ACC, Jodjana Jody menuturkan, dari jumlah tersebut mobil baru masih mendominasi pembiayaan perseroan. “70 persen itu mobil baru, sementara 30 persen mobil bekas,” kata Jodjana di Jakarta, Jumat, 17 Februari 2017.
ACC sendiri tahun ini, sambung Jodjana menargetkan pembiayaan tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya, pasalnya kondisi saat ini dinilai masih belum positif dari sisi penjualan mobil.
Kondisi tersebut bisa dilihat dari target Gabungan Industri Kendaraan Bermitor Indonesia (Gaikindo) yang melihat pertumbuhan penjualan kendaraan tahun ini tak jauh berbeda dengan tahun lalu.
“Kita melihat pasar. Gaikindo prediksi tidak ada kenaikan. Jadi kita ikutin Gaikindo pokonya. Tapi jika Gaikindo revisi, kita juga akan revisi,” terangnya.
Di sisi lain untuk dapat mencapai target penyaluran pembiayaan tersebut, ACC membutuh pendanaan mencapai Rp22,5 triliun. Di mana, 25 persen dari kebutuhan dana diperoleh dari hasil penerbitan obligasi yang telah dilakukan.
“Kebutuhan pendanaan Rp22,5 triliun, dari obligasi 25 persen. Kemarin kita sudah obligasi Rp2,5 triliun. Siaanya nanti loan dari dalam dan luar negeri,” tukasnya. (*)
Editor: Paulus Yoga
Jakarta - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menegaskan bahwa informasi yang menyebut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa… Read More
Poin Penting OJK mendorong keterbukaan informasi pasar modal melalui sistem pelaporan elektronik AKSes KSEI dan… Read More
Poin Penting Penjualan emas BSI tembus 2,18 ton hingga Desember 2025, dengan jumlah nasabah bullion… Read More
Poin Penting Transaksi Syariah Card Bank Mega Syariah melonjak 48% pada Desember 2025 dibandingkan rata-rata… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa tengah membahas penambahan satu lapisan cukai rokok untuk memberi… Read More
Poin Penting Permata Bank mulai mengkaji pengembangan produk BNPL/paylater, seiring kebijakan terbaru regulator, namun belum… Read More