Market Update

Awal Pekan, IHSG Dibuka Semringah Naik 0,20 Persen ke Level 6.893

Jakarta – Pada pembukaan perdagangan pagi ini pukul 9.00 WIB (24/6) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali dibuka naik ke level 6.893,74 atau menguat 0,20 persen dari level 6.880,25. 

Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan IHSG hari ini, sebanyak 681,57 juta saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 16 ribu kali, serta total nilai transaksi mencapai Rp263,90 miliar. 

Kemudian, tercatat terdapat 85 saham terkoreksi, sebanyak 146 saham menguat dan sebanyak 227 saham tetap tidak berubah.

Baca juga: Analis Sebut Saham TUGU Masih Menarik, Ini Alasannya

Sebelumnya, Financial Expert Ajaib Sekuritas, Ratih Mustikoningsih, melihat IHSG secara teknikal pada hari ini diprediksi akan mengalami rebound dalam rentang level 6.700 hingga 6.780. 

“Pada perdagangan Jumat (21/6), IHSG ditutup naik 0,89 persen atau plus 60,65 poin di level 6.879. IHSG hari ini (24/6) diprediksi bergerak mixed dalam range 6.800-6,920,” ucap Ratih dalam risetnya di Jakarta, 24 Juni 2024.

Ratih menyoroti penguatan IHSG sebanyak 2,16 persen pada pekan sebelumnya, kenaikan tersebut sejalan dengan masuknya dana investor asing senilai Rp333 miliar di seluruh pasar dalam sepekan. 

Di mana, sektor infrastruktur memimpin penguatan 5,27 persen dipengaruhi laju saham BREN yang keluar dari daftar Full Call Auction (FCA). Kemudian, sektor keuangan naik 2,71 persen khususnya ditopang oleh saham Big Banks. 

Sementara, pertumbuhan kredit pada Mei 2024 tercatat sebesar 12,15 persen year on year (yoy) atau turun dari posisi bulan sebelumnya yang tumbuh 13,09 persen yoy, landainya pertumbuhan kredit akibat iklim suku bunga tinggi yang dapat meningkatkan risiko likuiditas dan memburuknya kualitas aset.

Baca juga: Pasar Saham Masih Lesu, Mirae Asset Ungkap Penyebabnya

Adapun dari mancanegara, penjualan ritel (retail sales) Inggris pada Mei 2024 tumbuh 1,3 persen yoy, lebih baik dibandingkan bulan sebelumnya yang terkoreksi 2,3 persen, dan ditopang oleh penjualan segmen non makanan yang menopang penjualan ritel. 

Sehingga, dengan data ekonomi yang cukup solid tersebut membuat Bank Sentral of England (BoE) menahan untuk turunkan suku bunga pada Juni 2024 meskipun inflasi telah mencapai target 2 persen. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Recent Posts

OTT KPK di Bea Cukai: Eks Direktur P2 DJBC Ditangkap, Uang Miliaran-Emas 3 Kg Disita

Poin Penting KPK melakukan OTT di lingkungan Bea Cukai Kemenkeu dan menangkap Rizal, mantan Direktur… Read More

5 hours ago

Istana Bantah Isu 2 Pesawat Kenegaraan untuk Prabowo, Ini Penjelasannya

Poin Penting Istana membantah kabar Presiden Prabowo menggunakan dua pesawat kenegaraan untuk perjalanan luar negeri.… Read More

6 hours ago

BTN Targetkan Pembiayaan 20.000 Rumah Rendah Emisi pada 2026

Poin Penting BTN menargetkan pembiayaan 20.000 rumah rendah emisi pada 2026, setelah menyalurkan 11.000 unit… Read More

6 hours ago

Apa Untungnya Danantara Masuk Bursa Saham? Ini Kata Pakar

Poin Penting Pakar menilai masuknya Danantara Indonesia ke pasar modal sah secara hukum dan tidak… Read More

6 hours ago

BTN Ungkap Penyebab NPL Konstruksi Tinggi, Fokus Bereskan Kredit Legacy

Poin Penting NPL konstruksi BTN berasal dari kredit legacy sebelum 2020 yang proses pemulihannya membutuhkan… Read More

6 hours ago

Risiko Bencana Tinggi, Komisi VIII Minta Anggaran dan Sinergi Diperkuat

Poin Penting Komisi VIII DPR RI menekankan sinergi lintas kementerian dan lembaga untuk memperkuat penanggulangan… Read More

7 hours ago