Ilustrasi - Pergerakan pasar sahan. (Foto: Istimewa)
Jakarta – Pada pembukaan perdagangan pagi ini pukul 9.00 WIB (22/7) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali dibuka pada zona hijau ke level 7.325,84 atau menguat 0,43 persen dari level 7.294,49.
Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan IHSG hari ini, sebanyak 240,17 juta saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 15 ribu kali, serta total nilai transaksi mencapai Rp181,38 miliar.
Kemudian, tercatat terdapat 72 saham terkoreksi, sebanyak 148 saham menguat dan sebanyak 271 saham tetap tidak berubah.
Baca juga: IHSG Masih Rawan Terkoreksi, Intip Rekomendasi Saham Berikut
Sebelumnya, Financial Expert Ajaib Sekuritas, Ratih Mustikoningsih, melihat IHSG secara teknikal pada hari ini diprediksi bergerak menguat terbatas dalam rentang level 7.190 hingga 7.250.
“Pada perdagangan Jumat, (19/7), IHSG ditutup turun 0,36 persen atau minus 26,57 poin di level 7.294. IHSG hari ini (22/7) diprediksi bergerak mixed dalam range 7.170-7.320,” ucap Ratih dalam risetnya di Jakarta, 22 Juli 2024.
Ia menyoroti sentimen yang akan memengaruhi IHSG hari ini adalah para pelaku pasar menantikan rilis data realisasi investasi langsung termasuk investasi langsung oleh investor asing atau foreign direct investment (FDI).
Sementara itu, pelaku pasar juga menantikan kinerja Big Banks di tengah kekhawatiran turunnya kualitas aset dan kenaikan cost of fund akibat suku bunga tinggi pada kuartal II-2024.
Baca juga: BEI Ungkap Ada Dua Perusahaan Jumbo Bersiap IPO
Adapun sentimen dari mancanegara, indeks utama Wall Street di akhir pekan kompak terkoreksi. Hal itu dipicu oleh ketidakpastian menjelang pemilu pada November 2024 mendatang menjadi kekhawatiran pelaku pasar.
Calon presiden Amerika Serikat (AS) dari partai Demokrat, Joe Biden mengundurkan diri dari pemilu 2024, dukungan Biden selanjutnya pada wakil presidennya, yaitu Kamala Harris untuk menjadi calon presiden dari partai Demokrat selanjutnya. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting PT Bank Amar Indonesia Tbk menyatakan siap memenuhi ketentuan permodalan baru jika OJK… Read More
Poin Penting AXA Mandiri menjaga stabilitas permodalan melalui pengawasan ketat terhadap rasio solvabilitas (Risk Based… Read More
Poin Penting BTN memperluas layanan consumer banking dan beyond mortgage, termasuk kartu kredit, BNPL, dan… Read More
Poin Penting KISI menyiapkan 7–8 perusahaan untuk IPO tahun 2026, meliputi sektor perbankan, pariwisata, pertambangan,… Read More
Poin Penting AXA Mandiri mencatat pendapatan premi Rp10 triliun pada 2025, dengan produk unitlink menyumbang… Read More
Poin Penting Suku Bunga BI Tetap: BI menahan suku bunga acuan (BI Rate) pada level… Read More