Market Update

Awal Pekan, IHSG Dibuka Merah ke Level 6.236

Jakarta – Pada pembukaan perdagangan pagi ini pukul 9.00 WIB (24/3) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali dibuka melemah ke level 6.236,14 atau turun 0,35 persen dari posisi 6.258,17.

Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan IHSG hari ini, sebanyak 287,97 juta saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 26 ribu kali, serta total nilai transaksi tercatat mencapai Rp334,50 miliar. 

Kemudian, tercatat terdapat 144 saham terkoreksi, sebanyak 117 saham menguat dan sebanyak 241 saham tetap tidak berubah. 

Baca juga: IHSG Masih Rawan Terkoreksi, Berikut Daftar Saham yang Direkomendasikan

Sebelumnya, Panin Sekuritas, memproyeksikan IHSG hari ini secara teknikal berpotensi untuk melanjutkan pelemahannya menuju level support di rentang 6.265-6.355.

“Ada kemungkinan IHSG berisiko melanjutkan pelemahan menuju support selanjutnya di range 6.265-6.355.

Di sisi lain, resistance terdekat berada pada MA5 dan MA20 di sekitar 6.545-6.615,” ucap Manajemen Panin Sekuritas dalam risetnya di Jakarta, 24 Maret 2025.

Pada perdagangan Jumat lalu (21/3) IHSG ditutup ditutup melemah 123,49 poin atau turun 1,94 persen di level 6.258,18, tertekan melemahnya saham DCII, BMRI dan BBCA.

Sementara itu, dari investor asing telah mencatatkan Net Foreign Sell Rp2,30 triliun pada perdagangan pasar reguler.

Baca juga: Daftar 5 Saham Pemberat IHSG Pekan Ini, Ada BBCA hingga BMRI

Adapun, sentimen yang akan memengaruhi gerak IHSG hari ini, antara lain pernyataan dari Amerika Serikat (AS) yang akan fleksibel dalam menerapkan kebijakan tariff.

Lalu, ruang kebijakan moneter yang lebih longgar seiring perlambatan ekonomi di beberapa negara, serta valuasi yang atraktif, di mana IHSG pada saat ini diperdagangkan di single digit PE. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Ketidakpastian Hukum di Sektor Keuangan: Ketika Risiko Dikriminalisasi dan Harga Dianggap Kartel

Oleh Anto Prabowo, Dosen FEB UNS Solo DI tengah dinamika kebijakan ekonomi nasional, munculnya dua… Read More

8 hours ago

Cetak SDM Unggul, BSN Gandeng Universitas Terbuka

Dalam program tersebut, BSN memberikan dukungan pembiayaan pendidikan bagi pegawai aktif yang memenuhi kriteria, baik… Read More

9 hours ago

CIMB Niaga Raih Penghargaan Most Trusted Financial Brand Awards 2026

Pada ajang tersebut, CIMB Niaga meraih tiga penghargaan, masing-masing pada kategori Produk Wealth Management untuk… Read More

12 hours ago

Konsistensi Fundamental, Tugu Insurance Catat Laba Rp711 Miliar di 2025

Poin Penting Tugu Insurance mencatat laba Rp711,06 miliar di 2025, meningkat dari Rp401,57 miliar (restated).… Read More

15 hours ago

ICEx Resmi Meluncur, Bangun Infrastruktur Bursa Kripto RI Berstandar Global

Poin Penting ICEx resmi diluncurkan sebagai platform infrastruktur aset kripto berstandar institusional, didukung modal USD70… Read More

20 hours ago

Melonjak 96 Persen, Transaksi di ICDX Tembus Rp12.477 T pada Kuartal I 2026

Poin Penting Notional value transaksi ICDX mencapai Rp12.477 triliun pada kuartal I 2026, melonjak 96%… Read More

20 hours ago