Market Update

Awal Pekan, IHSG Dibuka Menguat 0,23 Persen ke Level 7.344

Jakarta – Pada pembukaan perdagangan pagi ini pukul 9.00 WIB (18/3) indeks harga saham gabungan (IHSG) berbalik dibuka pada zona hijau ke level 7.344,81 atau menguat 0,23 persen dari level 7.328,05.

Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan IHSG hari ini, sebanyak 223,06 juta saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 19 ribu kali, serta total nilai transaksi tercatat mencapai Rp181,68 miliar.

Kemudian, tercatat terdapat 94 saham terkoreksi, sebanyak 167 saham menguat dan sebanyak 294 saham tetap tidak berubah.

Baca juga: Mulai Maret 2024, BEI Bakal Terapkan Papan Pemantauan Khusus Tahap II

Sebelumnya, Head of Retail Research Analyst BNI Sekuritas Fanny Suherman, melihat bahwa, IHSG secara teknikal hari ini berpotensi rebound terbatas, jika mampu menyentuh level support 7.325.

“Hari ini IHSG berpotensi tes support di 7.325 dan jika berhasil break potensi lanjut koreksi ke 7280. Tapi jika kuat di support 7325, IHSG potensi rebound terbatas, dengan level resistance 7.450-7.480 dan level support 7.270-7.300,” ucap Fanny dalam risetnya di Jakarta, 18 Maret 2024.

Dirinya mencatat, bursa Wall Street mengalami pelemahan pada perdagangan akhir pekan Jumat (15/3) yang dipicu oleh merosotnya saham sektor teknologi.

Di mana, Indeks Dow Jones turun 0,49 persen menjadi 38.714,77, indeks S&P 500 melemah 0,65 persen menjadi 5.117,09, dan indeks Nasdaq merosot 0,96 persen menjadi 15.973,17.

Baca juga: Waspada! Saham “Sampah” Makin Berserakan, Banyak “Perompak” di Lantai Bursa

Sementara, mayoritas bursa saham Asia turun pada Jumat (15/3) imbas angka inflasi Amerika Serikat (AS) melonjak 1,6 persen yoy, setelah sebelumnya meningkat 1,0 persen yoy pada Januari 2024.

Adapun, indeks Nikkei 225 Jepang turun 0,26 persen, karena investor terus mengunci keuntungan dari rekor tertinggi yang dicapai minggu lalu, kemudian, indeks ASX 200 Australia jatuh 0,56 persen di tengah aksi profit taking besar setelah mencapai rekor tertinggi di awal minggu, sedangkan, indeks Shanghai Composite naik 0,54 persen. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Recent Posts

OJK Wanti-wanti “Ormas Galbay” dan Jual Beli STNK Only Tekan Industri Pembiayaan

Poin Penting OJK menegaskan peran penagihan penting menjaga stabilitas industri pembiayaan, namun wajib diatur rinci,… Read More

1 min ago

Sidak Industri Baja, Purbaya Kejar Potensi Tunggakan Pajak Rp500 Miliar

Poin Penting Menkeu Purbaya sidak dua perusahaan baja di Tangerang yang diduga menghindari pembayaran PPN… Read More

3 mins ago

Bank Mandiri Catat Pembiayaan Berkelanjutan Rp316 Triliun Sepanjang 2025

Poin Penting Pembiayaan berkelanjutan Bank Mandiri mencapai Rp316 triliun pada 2025, tumbuh 8% yoy, terdiri… Read More

57 mins ago

Pembiayaan Multifinance 2025 Lesu, OJK Ungkap Biang Keroknya

Poin Penting Aset industri pembiayaan 2025 terkontraksi 0,01 persen, dengan pertumbuhan piutang hanya 0,61 persen,… Read More

1 hour ago

Dilantik jadi Wamenkeu, Juda Agung Ungkap Arahan Prabowo

Poin Penting Juda Agung resmi dilantik sebagai Wakil Menteri Keuangan, menggantikan Thomas Djiwandono yang menjadi… Read More

1 hour ago

APPI Beberkan Dampak Kekerasan Debt Collector dan Jual Beli STNK Only

Poin Penting Maraknya penagihan intimidatif berdampak pada kebijakan perusahaan pembiayaan, yang kini memperketat prinsip kehati-hatian… Read More

1 hour ago