Market Update

Awal Pekan, IHSG Dibuka Melemah ke Level 7.311

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah sebanyak 0,18 persen ke level 7.311,49 dari posisi 7.324,79, pada pembukaan perdagangan pagi ini pukul 9:00 WIB (16/12).

Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan hari ini, sebanyak 236,72 juta saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 26 ribu kali, serta total nilai transaksi mencapai Rp317,06 miliar. 

Kemudian, tercatat terdapat 107 saham terkoreksi, sebanyak 146 saham menguat dan sebanyak 278 saham tetap tidak berubah.

Sebelumnya, Financial Expert Ajaib Sekuritas, Ratih Mustikoningsih, melihat IHSG secara teknikal pada hari ini diprediksi akan bergerak melemah terbatas dalam rentang level 7.250 hingga 7.340. 

Baca juga: IHSG Berpotensi Melemah, Analis Rekomendasikan Saham AUTO hingga UNTR

“Pada perdagangan Jumat (13/12) IHSG ditutup turun 0,94 persen atau minus 69,44 poin ke level 7.324. IHSG hari ini (16/12) diprediksi melemah terbatas range 7.250-7.340,” ucap Ratih dalam risetnya di Jakarta, 16 Desember 2024. 

Ia melihat pergerakan IHSG selama sepekan pada periode 9-13 Desember 2024 mengalami tekanan yang ditandai dengan penurunan sebanyak 0,79 persen. Ini disebabkan oleh investor asing melanjutkan aksi outflow pada saham Big Caps khususnya sektor perbankan dan nilai tukar rupiah yang kembali terdepresiasi.

Selama sepekan (9-13 Desember 2024), investor asing tercatat jual bersih di pasar ekuitas domestik senilai Rp2,70 triliun, seiring dengan nilai tukar rupiah Spot yang kembali menyentuh level Rp16.000 per dolar AS (13/12). 

“Pekan ini, pelaku pasar mencermati keputusan BI-Rate yang berpotensi masih menahan suku bunga di level 6 persen,” imbuhnya.

Baca juga: Usai Merger dengan EXCL, Saham FREN Harus Rela Delisting dari Bursa

Adapun dari mancanegara, bursa Wall Street bergerak terbatas di akhir pekan sejalan dengan pelaku pasar yang mencermati kenaikan yield obligasi AS dalam sepakan beruntun. Pekan ini, terdapat agenda FOMC The Fed yang berpotensi memangkas suku bunga 25 bps. 

Namun, pelaku pasar khawatir kebijakan suku bunga kedepan karena inflasi yang masih di atas target dan kebijakan tarif impor Trump.

Sementara dari Asia, rilis awal Indeks PMI manufaktur Jepang pada Desember 2024 berada di level 49,5. Angka tersebut menggambarkan aktivitas  manufaktur berada di level kontraksi selama 6 bulan beruntun. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Perjanjian Dagang RI-AS: Era Kecemasan Sistem Pembayaran dari “Ayat-ayat Setan”

Oleh: Eko B. Supriyanto, Pemimpin Redaksi Infobank Media Group DUNIA tak lagi volatile, tapi sudah… Read More

38 mins ago

Prudential Indonesia Luncurkan PRUMapan, Sasar Kebutuhan Proteksi Generasi Sandwich

Poin Penting Prudential Indonesia meluncurkan PRUMapan, asuransi jiwa tradisional yang menyasar milenial dan Gen Z,… Read More

6 hours ago

Dana Abadi LPDP Tembus Rp180,8 Triliun, Intip Rincian Alokasi dan Penggunaannya

Poin Penting Dana abadi LPDP mencapai Rp180,8 triliun, dengan alokasi terbesar untuk pendidikan Rp149,8 triliun,… Read More

6 hours ago

MTF Telusuri Dugaan Tindak Pidana yang Mengatasnamakan Perusahaan

Poin Penting PT Mandiri Tunas Finance (MTF) melakukan penelusuran menyeluruh atas dugaan tindak pidana yang… Read More

7 hours ago

ISEI Dorong Reformulasi Kebijakan UMKM Lewat Industry Matching di Bogor

Poin Penting ISEI dorong kebijakan berbasis praktik lapangan melalui ISEI Industry Matching bersama YDBA untuk… Read More

7 hours ago

Bank Mandiri Siapkan Rp44 Triliun Uang Tunai untuk Kebutuhan Ramadan-Lebaran 2026

Poin Penting Bank Mandiri menyiapkan Rp44 triliun uang tunai untuk ATM/CRM selama 24 Februari-25 Maret… Read More

8 hours ago