Market Update

Awal Pekan, IHSG Dibuka Anjlok 1,04 Persen ke Posisi 8.171

Poin Penting

  • Pada pembukaan perdagangan pagi (13/10), IHSG turun 1,04 persen ke level 8.171,80 dengan 327 saham terkoreksi dan total transaksi Rp568,20 miliar.
  • Pelemahan IHSG dipengaruhi koreksi bursa AS akibat rencana kenaikan tarif besar-besaran Presiden Donald Trump terhadap impor China mulai 1 November 2025.
  • Mayoritas indeks Asia-Pasifik ikut terkoreksi mengikuti Wall Street, menambah tekanan terhadap sentimen pasar domestik.

Jakarta – Pada pembukaan perdagangan pagi ini pukul 9.00 WIB (13/10) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik dibuka pada zona merah ke level 8.171,80 atau melemah 1,04 persen dari level 8.257,85.

Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan pasar saham hari ini, sebanyak 695,74 juta saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 82 ribu kali, serta total nilai transaksi tercatat mencapai Rp568,20 miliar. 

Kemudian, tercatat terdapat 327 saham terkoreksi, 72 saham menguat, dan 234 saham tetap tidak berubah. 

Sebelumnya, Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, memproyeksikan IHSG hari ini secara teknikal berpotensi kembali untuk terkoreksi.

“IHSG berpotensi kembali koreksi hari ini, seiring dengan koreksi di US efek pengenaan tarif Trump ke China per 1 Nov 2025. Dengan level support IHSG 8.000-8.150 dan resistance IHSG 8.270-8.300,” ucap Fanny dalam risetnya di Jakarta, 13 Oktober 2025.

Baca juga: IHSG Berpeluang Melemah, Berikut Katalis Pemicunya

Bursa Wall Street melemah pada perdagangan Jumat, setelah Presiden AS Donald Trump mengguncang pasar dengan melontarkan serangkaian ancaman agresif terhadap China setelah Beijing memperketat pembatasan ekspor tanah jarang. 

Dalam sebuah unggahan di Truth Social, Trump mengatakan, ia sedang mempertimbangkan kenaikan tarif “besar-besaran” untuk impor China.

Trump juga mengatakan tidak ada alasan untuk bertemu dengan Presiden China Xi Jinping dalam dua minggu sesuai rencana. 

Sedangkan, Dow Jones Industrial Average melemah 1,90 persen, S&P 500 turun 2,71 persen, dan Nasdaq Composite turun 3,56 persen.

Di sisi lain, China memproduksi lebih dari 90 persen logam tanah jarang dan magnet tanah jarang olahan dunia, yang penting untuk berbagai produk.

Adapun, bursa saham Asia-Pasifik mayoritas turun pada perdagangan Jumat, mengikuti pelemahan Wall Street di tengah kekhawatiran investor terhadap kondisi ekonomi global. 

Baca juga: Lima Saham Konglomerat Top Leaders Penguat IHSG Pekan Ini

Di Jepang, indeks Nikkei 225 terkoreksi 1,01 persen dan Topix melemah 1,85 persen. Lalu, di Korea Selatan, Kospi menguat 1,73 persen setelah pasar kembali dibuka usai libur, serta Kosdaq naik 0,61 persen. 

Selanjutnya, ASX/S&P 200 Australia turun tipis 0,13 persen, Hang Seng Hong Kong turun 1,73 persen, dan Shanghai Composite melemah 0,94 persen. Berbanding terbalik, FTSE Straits Times justru turun 0,30 persen dan FTSE Malay KLCI melemah 0,46 persen. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Recent Posts

Purbaya Disebut Temukan Data Uang Jokowi Ribuan Triliun di Bank China, Kemenkeu: Hoaks!

Jakarta - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menegaskan bahwa informasi yang menyebut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa… Read More

8 hours ago

Lewat AKSes KSEI, OJK Dorong Transparansi dan Pengawasan Pasar Modal

Poin Penting OJK mendorong keterbukaan informasi pasar modal melalui sistem pelaporan elektronik AKSes KSEI dan… Read More

10 hours ago

Penjualan Emas BSI Tembus 2,18 Ton, Mayoritas Pembelinya Gen Z dan Milenial

Poin Penting Penjualan emas BSI tembus 2,18 ton hingga Desember 2025, dengan jumlah nasabah bullion… Read More

10 hours ago

Transaksi Syariah Card Melonjak 48 Persen, Ini Penopangnya

Poin Penting Transaksi Syariah Card Bank Mega Syariah melonjak 48% pada Desember 2025 dibandingkan rata-rata… Read More

10 hours ago

Purbaya Siapkan Jurus Baru Berantas Rokok Ilegal, Apa Itu?

Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa tengah membahas penambahan satu lapisan cukai rokok untuk memberi… Read More

10 hours ago

Permata Bank Mulai Kembangkan Produk Paylater

Poin Penting Permata Bank mulai mengkaji pengembangan produk BNPL/paylater, seiring kebijakan terbaru regulator, namun belum… Read More

11 hours ago