Market Update

Awal Pekan Cerah, IHSG Dibuka Menguat ke Posisi 8.144

Poin Penting

  • IHSG naik 0,56 persen ke level 8.144,99 pada pembukaan perdagangan 29 September 2025, ditopang oleh 306 saham yang menguat
  • Dalam sepekan, IHSG naik 0,60 persen berkat inflow asing Rp5,09 triliun, meski rupiah melemah ke Rp16.775/USD dan terjadi outflow di SBN Rp2,16 triliun serta SRBI Rp5,06 triliun
  • Pasar menanti data PMI manufaktur dan inflasi domestik, sementara dari global, ketidakpastian RUU Anggaran AS masih membayangi meski Wall Street menguat terbatas.

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali dibuka hijau pada level 8.144,99 dari posisi 8.099,33 atau menguat 0,56 persen pada pembukaan perdagangan pagi ini pukul 9.00 WIB (29/9).

Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan pasar saham hari ini, sebanyak 726,50 juta saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 54 ribu kali, serta total nilai transaksi mencapai Rp407,61 miliar. 

Kemudian, tercatat terdapat 59 saham terkoreksi, sebanyak 306 saham menguat dan sebanyak 239 saham tetap tidak berubah.

Baca juga: IHSG Berpotensi Menguat, Ini Katalis Penggeraknya

Sebelumnya, Financial Expert Ajaib Sekuritas, Ratih Mustikoningsih, melihat IHSG secara teknikal pada hari ini diprediksi bergerak melemah dalam rentang level 7.950-8.100.

“Pada perdagangan kemarin, Jumat (26/9) IHSG ditutup menguat 0,73 persen atau plus 58,66 poin ke level 8.099. IHSG hari ini (29/9) diprediksi melemah dalam range 7.950-8.100,” ucap Ratih dalam risetnya di Jakarta, 29 September 2025.

Sentimen IHSG Hari Ini

Ia melihat pergerakan IHSG hari ini bakal dipengaruhi oleh sentimen dari dalam negeri, IHSG dalam sepekan naik 0,60 persen seiring dengan inflow investor asing di pasar ekuitas Rp5,09 triliun. 

Saham konglomerasi, yakni Grup PP dan Bakrie jadi penopang IHSG pekan lalu di tengah depresiasi nilai tukar rupiah ke level Rp16.775 per US dolar (26/9). 

Di sisi lain, outflow terjadi pada instrumen Surat Berharga Negara (SBN) Rp2,16 triliun dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) Rp5,06 triliun (22-25/9).

Melemahnya rupiah juga tercermin dari naiknya risiko kredit (CDS) ke 83,18 bps (25/9) dibandingkan pakan lalu 69,59 bps (19/9). 

Baca juga: Daftar 5 Saham Penggerak IHSG Pekan Ini, PGUN Naik 127 Persen

Sementara pada pekan ini, pelaku pasar menantikan rilis indeks PMI manufaktur dan inflasi. Indeks manufaktur berpotensi lanjutkan fase ekspansif setelah bulan sebelumnya tercatat 51,5. Optimisme ekspansinya industri manufaktur didorong oleh stimulus longgar moneter dan fiskal.

Dari mancanegara, Bursa Wall Street menguat terbatas di akhir pekan. Pelaku pasar mencermati kesepakatan anggaran pemerintah sebelum 30/9. 

Pasalnya, kondisi saat ini Kongres (DPR dan Senat) dengan Presiden Donald Trump tidak sejalan terkait RUU Anggaran Pemerintah AS. Ketidakpastian tersebut berpotensi memicu risiko di pasar keuangan. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Recent Posts

Gozco Capital Agresif Tambah Saham BBYB, Kepemilikan Jadi 10,53 Persen

Poin Penting PT Gozco Capital membeli 164 juta saham Bank Neo Commerce senilai Rp59,7 miliar,… Read More

10 mins ago

Bumi Serpong Damai (BSDE) Catat Prapenjualan Rp10,04 Triliun, Lampaui Target 2025

Poin Penting BSDE membukukan prapenjualan Rp10,04 triliun pada 2025, tumbuh 3 persen yoy dan melampaui… Read More

1 hour ago

Leadership is All About Getting Result

Oleh Ignasius Jonan, Bankir Senior, Menteri Perhubungan 2014-2016, dan Menteri ESDM 2016-2019 TAHUN 2026 diawali… Read More

2 hours ago

IHSG Pagi Ini Dibuka Melemah ke Level 8.122

Poin Penting IHSG dibuka flat melemah di level 8.122,01 pada perdagangan Selasa (4/2), dengan nilai… Read More

3 hours ago

Rupiah Hari Ini (4/2) Dibuka Melemah ke Level Rp16.762 per USD

Poin Penting Rupiah melemah tipis pada awal perdagangan Rabu (4/2/2026), dibuka di level Rp16.762 per… Read More

3 hours ago

Waspada! Visa Ungkap Penipuan Digital Berbasis AI Makin Masif

Poin Penting Visa mencatat penyebutan “AI Agent” meningkat 477 persen, menandai masifnya pemanfaatan AI dalam… Read More

3 hours ago