Keuangan

Awal 2024, Panin Dai-ichi Life Bayar Klaim Rp4,7 Miliar ke Ahli Waris Nasabah di Jakarta

Jakarta – Sepanjang 2023, Panin Dai-ichi Life telah membayarkan klaim dengan total nilai lebih dari Rp876 miliar. Klaim tersebut meliputi kesehatan, tutup usia, hingga penyakit kritis.

Memasuki awal 2024. Panin Dai-ichi Life kembali melakukan pembayaran klaim meninggal dunia. Totalnya sebesar Rp4,7 miliar kepada ahli waris di Jakarta.

Pembayaran klaim ini merupakan manfaat dari produk asuransi jiwa dari Panin Dai-ichi Life, yaitu produk PAYDI yang dijual melalui jalur keagenan, Panin Premier Multilinked dan Premiere Multilinked Assurance serta manfaat tambahan Additional Life Cover, Multi Life Cover, dan Medical Benefit X.

Baca juga: Baru Bayar Klaim Rp153,1 M, OJK Bilang RPK AJB Bumiputera Masih Belum Optimal

Fadjar Gunawan, Presiden Direktur Panin Dai-ichi Life menegaskan, pembayaran klaim ini adalah wujud nyata dari komitmen Panin Dai-ichi Life terhadap ahli waris peserta asuransi. Pembayaran klaim yang sesuai dengan manfaat adalah salah satu prioritas perusahaan.

“Dengan upaya ini, semoga kepercayaan dan kesadaran masyarakat meningkat akan pentingnya melengkapi diri dengan asuransi jiwa dan kesehatan,” kata Fadjar dalam keterangan resminya, 18 Januari 2024.

Penyerahan klaim dilakukan secara simbolis oleh Naohide Noguchi selaku Wakil Presiden Direktur Panin Dai-ichi Life yang didampingin oleh Iskandar Wijaya selaku Pjs. Chief Agency Officer kepada perwakilan ahli waris yang didampingi oleh Hani Riani selaku Owner General Agency TIMCS dan Johan Sutanto selaku Head of Agency Sales Panin Daiichi Life.

Baca juga: Klaim Asuransi Kesehatan Naik 32,9 Persen, OJK Siapkan Strategi Ini

Sementara, secara kinerja Panin Dai-ichi Life terus bertumbuh. Per 31 Desember 2023, total aset konvensional Panin Dai-ichi Life tercatat sebesar Rp8,97 triliun dengan tingkat solvabilitas yang baik.

Adapun nilai Risk Based Capital (RBC) di level 1.299,11 persen. Ini artinya berada di atas ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang sebesar 120 persen. (*)

Galih Pratama

Recent Posts

Diam-diam Ada Direksi Bank Mandiri Serok 155 Ribu Saham BMRI di Awal 2026

Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More

2 hours ago

Astra Mau Buyback Saham Lagi, Siapkan Dana Rp2 Triliun

Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More

3 hours ago

OJK Beberkan 8 Pelanggaran Dana Syariah Indonesia, Apa Saja?

Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More

4 hours ago

Meluruskan Penegakan Hukum Tipikor di Sektor Perbankan yang Sering “Bengkok”

Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More

8 hours ago

Prospek Saham 2026 Positif, Mirae Asset Proyeksikan IHSG 10.500

Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More

16 hours ago

Pembiayaan Emas Bank Muamalat melonjak 33 kali lipat

PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More

17 hours ago